Bersama Irjen Pol. Murad Ismail saat masih menjabat sebagai Komandan Korps Brimob RI dalam acara HUT Brimob yang dipusatkan di Kota Ambon, tahun 2017 lalu.
Bersama Irjen Pol. Murad Ismail saat masih menjabat sebagai Komandan Korps Brimob RI dalam acara HUT Brimob yang dipusatkan di Kota Ambon, tahun 2017 lalu.

Memilih Jalur Politik Sebagai Medan Juang dan Pengabdian

BERITABETA.COM – Azis akhirnya memutuskan mundur dari dunia jurnalistik yang sudah membesarkan namanya. Segala atribut yang menuntutnya harus bersikap independen dan non partisan, dia lepas sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan menghindari conflict of intereset. Azis memilih fokus dan berjuang di jalur politik, untuk mempertegas pengabdiannya kepada masyarakat.

Selepas menjabat sebagai Ketua KPID Maluku, Azis aktif mengelola Lembaga Studi Politik dan Demokrasi (LSPD) sebagai direktur, dan rutin menyelenggarakan dialog kebangsaan dengan tema-tema kebangsaan kontemporer. Dialog rutin LSPD adalah upaya Azis membangun tradisi literasi dan dialektika di tengah minimnya forum diskusi semacam itu di Maluku, sekaligus sebagai ikhtiarnya membangun generasi.

Terlepas dari banyak aktivitas yang menjadi rutinitas kesehariannya, Azis senantiasa menjalankan aktivitas sosial kemasyarakatan yang menjadi passionnya sejak lama. Dia merasa lebih menikmati hidup ketika datang ke puncak-puncak gunung atau sekadar bermalam di pantai bersama sahabat-sahabat ideologisnya. Melakukan transplantasi karang, penghijauan, aksi bersih sampah, atau menjadi relawan bencana alam di Mamua dan Wae Ela, hingga mengirim bantuan buku-buku sekolah, serta obat-obatan ke desa-desa yang terisolir di enklave Manusela di rimba pulau Seram, adalah hidup dan gairahnya.

Ketua KPA Palahi Halawang menyerahkan anakan pohon kepada Azis Tunny saat penghijauan di Negeri Hila, Leihitu, Malteng.

Desa-desa yang disentuh Azis melalui bantuan swadaya antara lain Manusela, Maraina, Selumena, Kanikeh, Roho dan Hoaulu. Desa-desa ini nyaris tidak tersentuh pembangunan sama sekali oleh pemerintah Indonesia. Tidak ada akses jalan raya ke desa mereka, apalagi infrastruktur seperti listrik dan air bersih. Masyarakat yang terkurung di dalam enklave Manusela benar-benar hidup tergantung pada hasil hutan.

Sebagai pegiat lingkungan, Azis juga selalu diminta oleh organisasi pecinta alam di Maluku untuk memberikan materi tentang konservasi dan lingkungan hidup. Kadang dia mengajari materi jurnalistik lingkungan, sebagaimana latar belakang profesinya. Program Studi Jurnalistik Kampus IAIN Ambon, beberapa kali juga memintanya menyampaikan materi jurnalistik di kampus hijau itu.

Sebagai aktivis lingkungan dan pegiat alam bebas, petualangan adalah dunianya. Tidak tanggung-tanggung, tahun 2013 Azis mendaki Gunung Kilimanjaro di Tanzania dengan ketinggian 5.895 mdpl yang merupakan gunung tertinggi di benua Afrika dan gunung tertinggi ketiga di dunia dalam jajaran seven summits dunia.

Tahun 2014, Azis mendaki puncak gunung tertinggi di Malaysia, gunung Kinabalu dengan ketinggian 4.095,2 mdpl. Di dunia panjat tebing sendiri, tahun 2016 dia dipercayakan menjadi Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Provinsi Maluku.

Petualangannya ke desa-desa rural dan natural membuatnya merasakan lebih dekat denyut nadi kehidupan masyarakat pedesaan. Penikmat buku-buku sastra dan budaya ini ternyata mempengaruhi orientasi liputannya sebagai jurnalis, sehingga lebih cenderung menyoroti tema-tema sosial budaya. Azis bahkan membukukan pengalaman meliputnya di suku Noaulu di Pulau Seram dalam buku “Beta Agama Noaulu”. Buku yang ditulis dengan gaya narasi populer itu banyak digunakan para peneliti maupun mahasiswa sosiologi-antropologi sebagai referensi.

Azis Tuny saat menyampaikan pemaparan atas hasil karyanya berupa buku yang berjudul “Beta Agama Naulu”, di Ambon

Suami dari Nova Senduk Ohorella ini pernah menjadi staf ahli anggota DPD-RI Anna Latuconsina, juga menjadi staf ahli Ketua Komisi A DPRD Provinsi Maluku, Richard Rahakbauw, dan ikut mengasistensi penyusunan sejumlah Ranperda, hingga menggelar uji publik terhadap Ranperda dan Naskah Akademiknya. Azis juga aktif sebagai peneliti Index Goverment Indonesia (IGI) dan LP3ES (Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dam Sosial), dan dipercayakan melakukan sejumlah project penelitian di Maluku.

Dekat dengan komunitas seni dan sastra di Ambon, dirinya ikut berkontribusi dalam dua buku antologi puisi, “Pemberontakan Dari Timur” dan “Biarkan Katong Bakalai”. Azis menyumbangkan sejumlah puisi di dua buku antologi ini. Meskipun mengaku bukan seorang penyair, ia sering diminta tampil membacakan puisinya di panggung-panggung penyair di Ambon.

Bersama Perhimpunan KANAL Ambon dan Bengkel Sastra Maluku, ia menginisiasi dan menggagas pemugaran makam pahlawan nasional yang juga seorang jurnalis dan penyair, Dominggus William Syaranamual. Makam yang terletak di desa Mamala itu telah hancur termakan usia, namun kini berdiri gagah beserta prasastinya setelah dipugar secara swadaya oleh Azis bersama para penyair di daerah ini.

Azis juga aktif dalam penanganan korban bencana alam di sejumlah daerah di Maluku, seperti saat meluap sungai di Dusun Mamua (Desa Hila), dan saat jebolnya bendungan Wae Ela di Negeri Lima, Leihitu. Karena dedikasinya pada masalah kemanusiaan, ia diminta bergabung di Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana melalui Surat Keputusan Gubernur Maluku, dan dibawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku.

Keberpihakan dan kepeduliannya yang nyata pada masalah sosial kerakyatan selama ini, dan senantiasa bergerak secara mandiri dan swadaya, membuat banyak orang lantas mendorongnya untuk terlibat di kancah perpolitikan lokal.

Tahun 2016, Azis diminta oleh komunitas independen dan kelompok muda kreatif di Ambon untuk menjadi Wakil Walikota Ambon dari jalur independen. Azis dipasangkan dengan aktivis perempuan Elsye Latuheru Syauta. Padahal, Azis tidak pernah punya ekspektasi setinggi itu. Baginya, hidup sebagai orang biasa asalkan bermanfaat, itu sudah lebih dari kata cukup.

Ketika Azis dan Elsye muncul dalam bursa Pilkada Kota Ambon 2017, mereka berdua dianggap sebagai antitesis dari konfigurasi figur-figur kepala daerah yang lain. Mereka bukan datang dari kalangan teknokrat atau birokrat, bukan pula politisi, apalagi elit.

Sebagai pekerja sosial, aktivis lingkungan dan tokoh muda, mereka adalah representasi dari banyak suara pemilih. Sayangnya, “Ahok Effect” yang mengakibatkan perubahan regulasi PKPU sebanyak tiga kali dalam tempo satu bulan, membuat mereka berdua kesulitan beradaptasi dengan perubahan regulasi tersebut.

Padahal KTP dukungan yang diberikan sudah mencapai 23,000, lebih dari syarat minimal yakni 22.588 KTP dan tandatangan dukungan. Perubahan regulasi disebabkan karena rencana Basuki Tjahja Purnama atau Ahok yang ingin mencalonkan diri sebagai Calon Guberur DKI Jakarta lewat jalur perseorangan atau independen, dan mengabaikan hegemoni partai politik saat itu.

Regulasi akhirnya dibuat untuk menyulitkan calon independen. Dampaknya bukan saja dirasakan oleh Ahok yang terpaksa mendaftar di partai politik, tapi turut dirasakan calon-calon independen di Pilkada lainnya.

Lepas dari pengalamannya pernah didukung untuk maju sebagai calon wakil walikota Ambon independen, Azis akhirnya memilih serius terjun ke dunia politik. Tahun 2018, Azis ditunjuk menjadi Ketua DPD AKSIRA (Aksi Kesetiakawanan Indonesia Raya) Provinsi, salah satu organisasi sayap Partai Gerindra. Secara resmi dia lalu memutuskan mundur dari dunia jurnalistik yang telah membesarkan namanya, termasuk mundur dari keanggotaan AJI Indonesia yang mensyaratkan setiap anggotanya wajib non partisan dan tidak diizinkan terlibat aktivitas politik praktis.

Tahun 2018, Azis resmi bergabung dengan DPD Partai Gerindra Provinsi Maluku. Dirinya didaulat menjadi Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Maluku. Saat Pilkada Gubernur Maluku, Azis mendapat kepercayaan menjadi Juru Bicara Murad Ismail, dan bisa berbicara di media massa maupun forum resmi lainnya, atas nama Murad Ismail.

Mewakili Murad, Azis mendatangi hampir semua kantor partai politik untuk mendaftarkan Murad sebagai calon gubernur, termasuk saat mengembalikan berkas pendaftarannya. Saat Murad resmi berpasangan dengan Barnabas Ornos, dan tim koalisi partai pengusung terbentuk dengan nama Tim Baileo, Azis tetap ditunjuk sebagai Juru Bicara Tim Baileo, ex officio Wakil Sekretaris Tim Baileo mendampingi Ketua DPW PAN Maluku, Abas Hanubun, sebagai sekretaris timnya. Pilkada Gubernur Maluku pun berakhir, dan Murad Ismail keluar sebagai pemenangnya.

Saat ini Partai Gerindra mengusungnya menjadi salah satu Calon Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Dapil 3 Malulu Tengah, dan diberikan kepercayaan pada nomor urut 2. Politik menjadi medan juangnya saat ini. Azis berpendapat, bahwa semua urusan kehidupan warga negara, mulai dari harga sembilan bahan pokok, kesempatan kerja, akses layanan kesehatan dan pendidikan, pelayanan publik dan lain sebagainya, diputuskan melalui sebuah keputusan politik. Karena itu DPRD sebagai salah satu representasi dari lembaga politik, harus berisikan orang-orang baik, yang mau berjuang dengan hati untuk kepentingan rakyat banyak.

Politik bagi Azis adalah jalan pengabdian untuk kemanusiaan dan keadilan sosial. Sebagai orang yang selalu berada di tengah-tengah masyarakat, Azis sadar bahwa tanggung jawab itu tidaklah mudah. Namun dengan segala keterbatasannya, dia berjanji akan berusaha dan berjuang semata-mata buat kepentingan rakyat. Sebab dari rakyat dia berasal, dan kepada rakyat jua dia mengabdi. (Selesai)

PENGALAMAN PEKERJAAN :

1). Direktur CV Mitra Maluku Investment

2). Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Maluku

3). Koordinator Maluku National Democratic Institute for International Affairs (NDI)

4). Staf Ahli Ketua Komisi A DPRD Provinsi Maluku

5). Direktur Lembaga Studi Politik dan Demokrasi (LSPD)

6). Staf Bidang Keahlian DPD-RI asal Dapil Maluku, Anna Latuconsina

7). Sekretaris Eksekutif Village Development Foundation

8. Program Manager AJI Kota Ambon

9). Peneliti LP3ES

10). Peneliti Index Goverment Indonesia (IGI)

11). Redaktur Eksekutif Koran Kabar Timur

12). Redaktur Pelaksana Koran Info Baru

13). Reporter Radio CVC Australlia

14). Koresponden Koran The Jakarta Pos

PENGALAMAN ORGANISASI :

1). Koordinator FahR1Voice Wilayah Maluku

2). Ketua DPD AKSIRA Provinsi Maluku

3). Ketua Umum FPTI Maluku

4). Fungsionaris KADIN Provinsi Maluku

5). Wakil Ketua HIPMI Provinsi Maluku

6). Sekretaris Serikat Perusahaan Pers (SPS) Daerah Maluku

7). Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana Provinsi Maluku

8. Ketua Divisi Kebijakan dan Advokasi Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB)

Provinsi Maluku.

9). Komite Pengarah International Labour Organization (ILO) Provinsi Maluku

10). Wakil Sekretaris Forum Perlindungan Anak Maluku (FPAM)

11). Koordinator Maluku Media Centre (MMC)

12). Anggota Badan Pengawas LBH Pers Ambon

13). Founder Relawan Siaga Tanggap Bencana (SIGAB)

14). Ketua Umum Perhimpunan KANAL Maluku

15). Dewan Penasehat KPA Lawamena Adventure Ambon

16). Ketua Dewan Etik AJI Kota Ambon

17). Fungsionaris HMI Cabang Ambon

PENGALAMAN POLITIK :

1). Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Maluku

2). Ketua DPD AKSIRA Provinsi Maluku

3). Bakal Calon Wakil Walikota Ambon Periode 2017-2022 (Jalur Independen/Perseorangan)

4). Juru Bicara Calon Gubernur Maluku Murad Ismail

5). Ketua Tim Relawan Sahabat Prabowo Sandi (SPS) Provinsi Maluku

6). Sekjen Sekber Satgas BPN (Badan Pemenangan Nasional) Prabowo-Sandi Wilayah Maluku