BERITABETA.COM, Ambon – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku mengandeng ahli lingkungan hidup untuk meneliti  isi kontainer yang sempat jatuh dan tenggelam di perairan sekitar Pelabuhan Namlea, Kabupaten Buru.

Konteiner yang diduga berisi bahan kimia berracun dan berbahaya (B3) ini, sempat menghebohkan publik, lantaran diduga telah mencemari laut sekitar dan membuat ratusan ikan ditemukan mati di perairan Namlea.

“Isinya akan dibuka ahli dari Lingkungan Hidup,” kata Kepala Kepolisian Daerah Maluku Irjen Pol Lotharia Latif, saat meninjau kontainer yang diduga berisi bahan kimia beracun dan berbahaya (B3) tersebut di pelabuhan Namlea, Kabupaten Buru, Minggu (2/4/2023).

Isi kontainer tersebut belum dibongkar dan diperiksa. Sebab dikhawatirkan akan berdampak kepada petugas yang melakukan pemeriksaan.

Aparat kepolisian juga masih menunggu ahli lingkungan hidup yang berencana membukanya. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui isi kontainer dan penyebab ikan mati.

 “Kontainer sampai sekarang belum dibuka karena menunggu ahli lingkungan hidup yang akan membukanya,” kata Kapolda.

Kapolda kala itu juga memberikan petunjuk dan arahan agar proses hukumnya melibatkan instansi terkait dan aturan yang berlaku.

Kapolda juga sudah mengarahkan Bupati dan dinas terkait agar dapat memulihkan kondisi psikologis masyarakat sekitar. Ia juga berharap agar hasil pengecekan kondisi perairan sekitar dapat disampaikan agar dapat diketahui masyarakat.

“Apabila benar-benar sudah aman agar masyarakat diberikan informasi untuk tidak ada lagi keraguan mengkonsumsi ikan-ikan di sekitar lokasi tersebut, sehingga semua aktivitas dapat berjalan normal kembali,” tutupnya (*)