BERITABETA.COM,  Masohi - Kongres Biasa Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) resmi digelar di Gedung PKK Kota Masohi, Sabtu (18/12/2021).

Bupati Malteng, Tuasikal Abua dalam sambutannya dibacakan oleh Asisten I Setda Malteng Bidang Pemerintahan, Wem Istia menyampaikan, secara kuantitatif maupun kualitatif, potensi dan bakat sepakbola anak-anak di Malteng sangatlah besar, sehingga sangat berpeluang untuk dibina dan dikembangkan ke arah yang lebih professional.

“Tentunya hal ini menjadi tantangan bagi  PSSI ke depan, agar mampu menciptakan prestasi-prestasi gemilang dalam dunia persepakbolaan di daerah ini,” tutur Tuasikal.

Bupati dua periode ini juga mengakui sejak pandemic Covid-19 yang terjadi di awal tahun 2020, pemerintah memberlakukan pembatasan seluruh aktifitas social termasuk kegiatan-kegiatan olahraga sepakbola.  Namun seiring berjalannya waktu, saat ini tingkat penyebaran Covid-19 di Malteng mulai bisa dikendalikan sehingga perlahan-lahan semua aktifitas sosial berangsur-angsur kembali pulih.

Dalam kongres tersebut, Tuasikal juga menyampaikan beberapa hal yang menjadi masukan bagi kiprah organisasi PSSI Kabupaten Malteng.

“Dalam rangka konsolidasi organisasi, segenap pengurus diharapkan dapat selalu kompak, bersinergi, saling memberikan masukan dan otokritik demi kemajuan dan pengembangan organisasi secara profesional,” ungkap Tuasikal.

Selain itu, menurutnya demi penigkatan kualitas, perlu merumuskan program pembinaan yang efektif, komprehensif dan berkelanjutan, serta terus mendorong anak-anak kita agar lebih bergairah mengasah prestasi dan skill di bidang sepakbola.

Tuasikal juga mengatakan kompetisi harus diperbanyak, mulai dari negeri hingga kabupaten, baik di kalangan pelajar maupun sekolah sepakbola.

“Karena melalui kompetisi seperti ini, PSSI akan mampu menyeleksi potensi-potensi hebat untuk di didik dan dibina secara lebih serius, sehingga memahami teknik permaianan sepakbola yang baik,” jelas Tuasikal.

Bupati juga berharap agar PSSI Kabupaten Malteng dapat menjadi pemersatu bagi seluruh pemain, pelatih, pemerhati dan pencinta sepakbola didemi kemajuan diharapkan bersama.

“Sebisa mungkin, hindarilah pesrselisihan yang tidak produktif baik di internal pengurus maupun dengan klub sepakbola serta stake holder,” ungkap Tuasikal.

Dikatakan,  hal ini penting disampaikan dan perlu menjadi perhatian agar tidak terjadi chaos kepentingan yang hanya akan mengakibatkan terjadinya kemunduran organisasi (*)

Pewarta : Edha Sanaky