BERITABETA.COM, Bula — Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur [SBT], meminta Pemerintah Kabupaten [Pemkab] agar dapat melakukan kontrol harga pangan di pasaran kota Bula.

Kegiatan ini diperlukan agar dapat ditetapkan harga pangan resmi  darei pemerintah, sehingga masyarakat dapat mengetahui secara pasti waktu membeli dan menjual dengan harga yang terjangkau.

"Kapan dia harus beli, kapan dia harus tunda. Pedagang pun demikian, kapan dia harus menjual. Ini harus disampaikan secara merata, sehingga kenaikan harga bisa terkendali dan masyarakat tidak terganggu dengan isu kenaikan harga," ucap Husin Rumadan kepada beritabeta.com di Bula, Selasa (5/4/2022).

Rumadan membeberkan, dalam Kunjungan Kerja [Kunker] yang dilakukan Komisi B DPRD SBT di Kecamatan Pulau Gorom dan Gorom Timur pada 4 April 2022 kemarin, stok Sembilan Bahan Pokok [Sembako] di wilayah tersebut masih tersedia hingga Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

Kendati demikian, dia mengaku, saat ini terjadi kenaikan harga minyak goreng yang merupakan dampak dari isu kenaikan harga minyak goreng pada sejumlah daerah di Indonesia.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera [PKS] DPRD Kabupaten SBT itu berujar, hal tersebut sebenarnya sudah diantisipasi sejak awal bersama Pemda SBT, namun tidak diikuti dengan pengawalan yang baik, sehingga terjadi kenaikan harga.

"Ini yang semestinya harus dilihat oleh Pemerintah Daerah, karena informasi kenaikan harga yang tidak merata dan tidak ada sumber resmi dari Pemerintah itu membuat distributor bisa menahan stok dalam beberapa hari walau sudah tersedia yang cukup namun dengan harga yang melonjak," bebernya.

Menyikapi masalah tersebut, Wakil Rakyat yang terpilih dari Daerah Pemilihan [Dapil] I yang meliputi Kecamatan Bula, Bula Barat, Teluk Waru, Werinama dan Siwalalat itu memastikan, DPRD akan mengundang Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian [Diskoperindag] untuk membicarakan secara bersama-sama.

"Dalam waktu dekat kita akan rapat ulang untuk mendengarkan informasi Pemda, karena waktu itu disampaikan bahwa harga yang saat ini akan bertahan sampai satu bulan kedepan. Dengan asumsi stok ini mampu untuk melayani semua, tapi hari ini tidak sengaja ada beberapa daerah mengalami kenaikan. Ini perlu mendapat penjelasan tambahan," pungkasnya (*)

Pewarta : Azis Zubaedi