Bahlil Lahadalia
Bahlil Lahadalia

BERITABETA.COM, Ambon – Namanya menjadi santer dibicarakan sejumlah netizen di ruang publik. Ada yang kagum dengannya ada pula yang kaget karena tidak menyangka sosok ini bakal ada di pusaran kekuasaan.

Itulah Bahlil Lahadalia.  Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, ini turut dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Negara dan masuk sebagai salah satu calon menteri di kabinet bentukan Presiden Jokowi.

Pria kelahiran Banda, Maluku Tengah, Provinsi Maluku,  7 Agustus 1976 itu sontak menjadi sorotan kalangan luas terutama publik Maluku.  Bahlil sebenarnya  sudah sejak awal diincar Jokowi. Entah serius atau bercanda, Jokowi pernah memberi kode bahwa Bahlil cocok menjadi menterinya di periode kedua.

Saat itu,  dalam pidatonya pada  acara Silaturahim Nasional dan Buka Puasa Bersama HIPMI di Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta, Minggu (26/5/2019) Jokowi sempat mengatakan,  “Saya melihat-lihat adinda Bahlil ini kelihatannya cocok jadi menteri. Saya lihat dari samping, saya lihat dari bawah ke atas, cocok ini kelihatannya,” kata Jokowi disambut sorakan dan tepuk tangan para peserta acara HIPMI.

Menurut Jokowi, Bahlil merupakan sosok yang cerdas dan pintar menghidupkan suasana. Ia pun menanyakan ke para peserta acara apakah Bahlil cocok menjadi menteri.

“Kan pas, kan?” tanya Jokowi.

“Pas,” jawab para peserta secara serentak.

“Siapa yang setuju?” tanya Jokowi lagi.

“Setuju,” jawab para peserta.

“Jadi kalau nanti beliau ini terpilih ya enggak usah kaget,” ucap Jokowi.

Apa yang disampaikan Jokowi akhirnya terbukti.   Bahlil mengaku datang ke Istana karena dihubungi tadi malam. Ia belum mengetahui posisi apa yang ditawarkan kepadanya di kabinet Jokowi 2019.

“Tadi malam (dihubungi). Belum-belum (tahu posisinya),” tuturnya kepada wartawan, Selasa (22/10/2019).

Kisah Hidupnya

Perjalanan hidup Bahlil pantas disebut from zero to hero. Ia bukan orang yang lahir dari keluarga yang terpandang.  Bahlil berasal dari  keluarga miskin.  Namun, perjuangan dalam hidupnya mampu mengantarkannya ke puncak karir sebagai seorang pengusaha sukses.

Pria asal Fakfak Papua ini, pernah menjalani berbagai profesi untuk bertahan hidup sebelum menjadi sukses seperti sekarang. Mulai dari tukang kue semasa kecil, seorang kondektur, hinga menjadi sopir angkot pun dia jalani.

Dengan kerja keras yang dijalani semasa hidupnya, pria kelahiran 1976 ini kemudian bisa sukses hingga menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), yang selama ini dianggap jadi ‘perkumpulan’ anak-anak pengusaha dan pejabat.

Ada banyak cerita menarik yang pernah dijalani Bahlil sebelum menjadi sukses seperti sekarang. Bahkan karena saking miskinnya, Bahlil pun pernah juga merasakan sakit busung lapar.