BERITABETA.COM, Ambon – Masyarakat  di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Provinsi Maluku mengeluhkan terjadi kelangkaan beras di pasaran. Akibatnya, harga pangan utama masyarakat itu dibandrol setinggi langit.

Pasokan beras di kabupaten MBD terhenti selama dua pekan, karena dipengaruhi cuaca, membuat sejumlah armada kapal memilih tidak berlayar menyingahi kabupaten tersebut. Akibatnya, jenis pangan ini menjadi langka.

Informasi yang dihimpun beritabeta.com menyebutkan sudah dua pekan pasokan beras ke MBD terhenti akibat terbatasnya akses transportasi. Sementara untuk  memenuhi kebutuhan akan beras, masyarakat harus membelinya dengan harga cukup tinggi.

Tidak tanggung-tanggung harga beras ukuran 40 Kg mencapai Rp. 500ribu per karung. Sementara untuk ukutan 20 Kg, harganya mencapai Rp. 250ribu.

“Harga jadi tinggi dari biasanya. Bahkan saat baru sampai di pelabuhan saja beras langsung habis. Kalau normalnya, 20 kilo harga Rp. 210 ribu, ukuran 40 kilo biasanya Rp. 470 ribu,” ungkap sumber yang dihimpun media ini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten MBD, Alfons Siamiloy yang dikonfirmasi, Kamis (14/3/2019) membenarkan terjadinya  kelangkaan beras tersebut.  Siamiloy membantah, jika kelangkaan sudah terjadi selama dua bulan. “Bukan dua bulan, tapi dua minggu terakhir,”jelasnya.

Menurutnya, kelangkaan ini terjadi  dikarenakan transportasi laut ke Kabupaten MBD yang belum lancar, menyusul baru berakhirnya musim barat, yang disertai dengan angin kencang dan gelombang tinggi, sehingga sejumlah armada kapal belum berlayar.

Peta Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD)

“ Saat ini kita hanya berharap pasokan dari Ambon, kalau dari Surabaya,  pengusaha  menggunakan jasa pesan lewat kapal-kapal pihak ketiga,  ada juga lewat Tol Laut. Tapi sampai sekarang juga tol laut belum masuk, jadinya begini. Kalau harga pasar ini kan kita serahkan ke pasar,”terangnya.

Atas kondisi ini, Siamiloy mengakui, sudah menginstruksikan Disperindag Kabupaten MBD untuk menyampaikan surat ke Pemprov Maluku.

“Kita sudah bilang Disperindag Kabupaten MBD untuk segera layangkan surat ke Disperindag Provinsi agar segera dapat bantuan,”sambungnya.

Semnetara itu, secara terpisah  Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Elvis Pattiselano mengakui,  sampai saat ini belum menerima surat resmi dari Pemkab MBD  terkait kelangkaan beras.

” Jika sudah sampai maka kita akan mengambil langkah-langkah resmi, tidak bisa lewat dengar-dengar. Memang kita sudah bicara, kalau memang ada kelangkaan disana ,  berikan data yang benar  baru buat surat resmi ke Pemerintah Provinsi untuk kita koordinasi,  agar di ambil langkah-langkah,”ujar Pattiselano saat dikonfirmasi, Kamis (14/3/2019).

Meski demikian,  Pattiselano mengakui,  pihaknya sudah memgambil langkah dengan melakukan koordinasi  bersama Bulog maupun Dinas Perhubungan,  sambil menunggu surat resmi dari Pemda MBD.

“Kemarin saya sudah koordinasi dengan Ketua Komisi C dan Bulog,  tapi Pemkab MBD sendiri belum ada informasi secara resmi bahwa di daerah mereka ada kelangkaan,” jelasnya.

Kalau memang benar, lanjut dia, Pemkab  MBD sudah ambil langkah dong. “Informasi ini sudah kita sikapi dari minggu lalu,  kita sudah komunikasi dengan Pak Sekda dengan pihak ketiga maupun Dinas Perhubungan bicarakan solusinya seperti apa jika memang benar, baru kita bikin surat resmi.  “ucapnya. (BB-DIAN)