Ilustrasi tenaga kerja kesehatan
Ilustrasi tenaga kerja kesehatan

BERITABETA.COM, Ambon – Pendaftaran tenaga kerja di bidang kesehatan yang kini direkrut Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon atas kerjasama dengan  lembaga Global Lobaur Solutions (GLS) yang berkedudukan di Australia, diperpanjang.

Selain diperpanjang, penerimaan sebanyak  50 tenaga kerja yang akan dikirimkan ke Australia harus memenuhi sejumlah persyaratan yang diajukan oleh pihak Australia.  Antaranya memahami kultur atau budaya Australia dan memenuhi standar bahasa Inggris.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Ambon, Godlief Isak Soplanit kepada beritabeta.com di Ambon, Sabtu (6/4/2019) mengatakan, pada tahap awal dibukanya proses pendaftaran, tercatat sebanyak 71 orang  telah mendaftarkan diri untuk menjadi tenaga kesehatan di GLS yang berkedudukan di Australia.

Saat ini, kata dia, setelah diperpanjang,  terdapat 53 orang kembali telah mendaftarkan diri,  sehingga saat ini tercatat sebanyak 124 orang yang terdaftar.

Syarat untuk peserta, lanjutnya, harus ber e-KTP Ambon, umur minimal 22 sampai 45 tahun, pas foto 3×4, ijazah asli SD sampai D3/SI kesehatan, akte kelahiran, surat ijin keluarga, SKCK, dan surat keterangan dokter. Bila pendaftar berasal dari luar Ambon,akan dimintakan surat keterangan domisili.

“Yang sudah mendaftarkan diri akan mengikuti proses bimbingan yang akan dilakukan oleh provider pada perusahaan tersebut,”kata Soplanit.

Diakuinya,  awalnya pihak GLS hanya meminta 25 tenaga perawat yang memiliki ijasah S1 maupun D3 keperawatan untuk dididik dan bekerja di Australia sebagai tenaga perawat bagi Lanjut Usia (Lansia) di Panti Jompo. Saat ini, lanjut dia, jumlah itu ditambah  menjadi  100 persen atau sebanyak  50 tenaga kerja.

“Mereka menawarkan gaji mencapai Rp 600-700 juta per tahunnya. Namun proses pengiriman sebanyak  50 tenaga  kesehatan itu,  tidak langsung dikirim sekaligus. Jadi misalnya 5 atau 10 orang sudah memenuhi persyaratan, kita kirim dulu secara bertahap,  hingga 50 orang tenaga itu terakomodir, dengan memenuhi standar yang diinginkan,” tandasnya.

Soplanit juga menjelaskan, peserta harus memenuhi standar bahasa Inggris dibawah lembaga akreditas yang disetujui oleh Australia. Untuk memenuhi standar tersebut, pemerintah kota Ambon  akan  bekerjasama dengan salah satu lembaga bahasa yang akreditasnya dibawah Australia.

“Nanti kita bekerjasama dengan lembaga bahasa yang akreditasnya di bawah Australia,” terangnya.

Tenaga kerja yang dibutuhkan oleh Australia antara lain, tenaga kerja dengan bergelar nurse di bidang kesehatan untuk perawat orang lansia hingga baby sister.

“Tenaga kerja yang paling dibutuhkan di Australia antara lain tenaga kerja nurse dibidang kesehatan bisa untuk orang jompo, bisa juga untuk baby sister, bisa juga untuk asisten rumah tangga,” jelasnya (BB-DIAN)