Ilustrasi perawat profesional
Ilustrasi perawat profesional

BERITABETA.COM,  Ambon – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memastikan di tahun 2019 ini, akan memberangkatkan sebanyak 25 tenaga kerja dengan profesi sebagai perawat ke Australia.   Ke-25 tenaga perawat siap pakai ini merupakan separuh dari jumlah tenaga perawat yang direkrut Pemkot Ambon untuk diberangkatkan ke Australia.

Pengiriman puluhan perawat  ke negara kanguru ini merupakan program kerjasama   antara Pemkot Ambon dengan lembaga Global Labour Solution Australia.

“Tenaga perawat yang dibutuhkan untuk bekerja di Australia, 25 di antaranya dibiayai Pemkot Ambon dan 25 lainnya disubsidi oleh Global Labour Solution” kata Walikota Ambon  Richard Louhenapessy kepada wartawan di Ambon, Rabu (27/3/2019).

Menurut Walikota, saat ini sudah 71 orang pelamar yang berminat bekerja di Australia, sejak dibukanya pendaftaran oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Ambon.

Pendaftaran tenaga perawat lansia di panti jompo Australia terbuka bagi warga Kota Ambon, mulai 13 -24 Maret 2019 setiap jam kerja di kantor Disnaker Passo Ambon.

Walikota mengakui, sejumlah syarat telah ditetapkan bagi para pelamar yakni sarjana atau lulus S1 atau diploma tiga (D3) kesehatan, fasih berbahasa Inggris disertai Toefel 500 poin, serta keterampilan kerja bidang kesehatan.

“Seleksi ini juga memerhatikan sejumlah kriteria di antaranya pengalaman kerja, kejiwaan dan kesehatan calon pekerja. Faktor penguasaan bahasa serta perilaku menjadi sangat penting” uangkapnya

Sejak proses rekrutmen dibuka, yakni mulai 13 Maret hingga 24 Maret 2019, diketahui animo tenaga perawat untuk kaum lansia di Australia cukup diminati para pencari kerja di Ambon. Jumlah pendaftar telah mencapai 71 orang dari kuota 25 orang yang dibutuhkan.

Program kerjasama Pemkot Ambon dan Australia ini merupakan tindaklanjut penandatanganan kesepakatan awal atau Letter of Intent (LoI) kerjasama di bidang vokasi antara Pemkot Ambon dengan (VETEA) di Adelaide, Australia, November 2018. (BB-HES)