Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) varian 'Delta Plus' masuk ke dalam variant of concern (VoC). 'Varian Delta Plus' sudah diidentifikasi di 11 negara, termasuk Amerika Serikat, berdasarkan laporan NBC News per 2 Juli lalu.

Sementara, Sunit K. Singh Professor of Molecular Immunology and Virology, Institute of Medical Sciences, Banaras Hindu University menyebut mutasi yang terdapat dalam varian Delta Plus adalah K417N. Mutasi yang juga ditemukan dalam varian Beta.

"Varian Beta dengan mutasi ini telah menunjukkan kemampuan untuk lolos dari antibodi yang diberikan oleh vaksinasi Covid-19, setidaknya sampai batas tertentu. Dengan kata lain, ada kemungkinan vaksin Covid-19 tidak akan melindungi dari mutasi ini secara efektif," jelas Sunit mengingatkan bahaya mutasi K417N dalam varian Delta Plus.

Lalu, apa perbedaan varian Delta dan Delta Plus? Perbedaan utamanya adalah mutasi tambahan pada protein spike yang disebut K417N. Dikutip Medical News Today, mutasi juga hadir dalam varian lain, jadi kemungkinan itu bukan sumber kekhawatiran baru.

Namun, CNN melaporkan bahwa sama seperti Delta, Delta Plus disebut-sebut 40-60 persen, bahkan ada yang menyatakan 100 persen lebih ganas dari varian Alpha atau varian Kent—varian yang pertama kali diidentifikasi di Inggris.

Dikutip dari Hindustan Times, pakar virologi India menilai gejala varian Delta Plus tidak memiliki perbedaan signifikan dengan varian Delta dan varian Beta (B1351). Beberapa di antaranya adalah :

  1. Batuk
  2. Diare
  3. Demam
  4. Sakit kepala
  5. Ruam kulit
  6. Perubahan warna pada jari tangan dan kaki
  7. Nyeri dada
  8. Sesak napas (BB-RED)

Sumber : detik.com/tempo.co