Ketua YAB 11 Provinsi Indonesia Timur, Yosefa Jenalia Kelbulan menyerahkan bantuan uang tunai Rp 70 juta untuk masjid di Buano Utara, Sabtu (16/01/21), diterima oleh Kepala Desanya, Abdul Kalan Hitimala yang diapit Kepala Soa Nurlette, Hamin Ninilouw dan Imam Masjid Al An Mabuwah, Ding Palirone (FOTO : BERITABETA.COM)
Ketua YAB 11 Provinsi Indonesia Timur, Yosefa Jenalia Kelbulan menyerahkan bantuan uang tunai Rp 70 juta untuk masjid di Buano Utara, Sabtu (16/01/21), diterima oleh Kepala Desanya, Abdul Kalan Hitimala yang diapit Kepala Soa Nurlette, Hamin Ninilouw dan Imam Masjid Al An Mabuwah, Ding Palirone (FOTO : BERITABETA.COM)

BERITABETA.COM, Ambon – Dua unit rumah ibadah, masing-masing Gereja di Desa Buano Selatan dan Masjid di Buano Utara, mendapat total kucuran dana bantuan dari Yayasan Anak Bangsa 11 Provinsi Indonesia Timur senilai Rp 200 juta.

Pemberian dana bantuan itu dilakukan bertahap, dalam tiga kali kunjungan YAB ke Buano Selatan dan Utara, Kecamatan Waisala, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), dalam kurun 8 – 16 Januari 2021.

“(Gereja) di Buano Selatan sudah dapat Rp 100 juta. Hari ini saya mau serahkan uang tunai Rp 70 juta (untuk Buano Utara). Ditambah yang kemarin (pekan lalu, red) saya sudah serahkan Rp 30 juta, jadi genap semuanya Rp 100 juta,” kata Yosefa Jenalia Kelbulan di hadapan pemerintah desa dan masyarakat Buano Utara, Sabtu (16/01/21)

Dia menyatakan harapannya, agar dana itu bisa dipakai untuk membangun musholah, mengingat bulan suci Ramadhan akan segera tiba.

“Saya harap supaya dana ini selesaikan (baca : digunakan untuk pembangunan) dorang (kalian, red) punya musholah, karena sudah mau bulan puasa,” ujarnya.

Pada pada pekan lalu, YAB 11 Provinsi Indonesia Timur telah menyerahkan dana sebesar Rp 30 juta yang diperuntukan bagi masjid di Buano Utara. Dana tersebut diterima oleh Kepala Desa Buano Utara.

Rencananya, dengan total dana yang mereka terima, pihak desa, saniri negeri dan perangkatnya akan membangun musholah, bukan merenovasi masjid.

Hal itu disebabkan, masjid yang merupakan satu-satunya di Buano Utara telah rusak parah, lantaran faktor usia. Beberapa bagian langit-langit masjid bahkan seringkali roboh, nyaris mengenai jamaah.

Kondisi ini menyebabkan pihak desa, Saniri Negeri dan perangkatnya berinisiatif membangun musholah, agar dapat digunakan dalam waktu dekat, mengingat puasa Ramadhan sudah di depan mata.

Seorang warga Buano Utara, Ipa Na Almahdaly, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan YAB.

“Alhamdulillah supaya kita bisa ibadah. Bila tempat ibadah sudah ada, masyarakat tidak akan mengeluh lagi,” ujar Ipa Na.

Menurut dia, selama ini masyarakat Buano Utara hidup dalam kemiskinan, sehingga bila dimintai bantuan untuk sumbangan ke masjid, mereka mengeluh.

“Kebanyakan masyarakat mengeluh gara gara bantuan (sumbangan, red). Di sini masyarakatnya miskin semua. Mau cari uang sampai di mana untuk bisa bangun musholah atau masjid ? Pencarian (penghasilan, red) cuma pas-pasan untuk makan. Jadi kami sangat bersyukur bapak ibu bisa datang bawa bantuan untuk musholah atau masjid,” kata Ipa Na.

Sementara itu, Kepala Desa Buano Utara, Abdul Kalan Hitimala,   menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan YAB tersebut.

“Saya selaku Pemerintah Negeri/Raja Buano Utara atas nama masyarakat, menyampaikan ribuan terimakasih kepada Yayasan Anak Bangsa 11 Provinsi, yang begitu semangat memberikan bantuan kepada sarana ibadah dan masyarakat Buano secara umum,” ujarnya

Dia berharap, hubungan dengan YAB tidak terbatas pada bantuan saja. Akan tetapi dapat berlanjut hingga terjadi perubahan pada tataran kemiskinan di Buano.

“Saya mengharapkan kiranya (hubungan ini) tidak sebatas pada bantuan ini saja. Mungkin ke depan kita bisa kerjasama sehingga Buano Utara ini betul-betul ada perubahan,” ungkapnya.

Pada kesempatan  berbeda, YAB 11 Provinsi Indonesia Timur juga telah memberikan total dana Rp 100 juta, yang diangsur dalam dua tahap, kepada pemerintah desa dan panitia pembangunan gereja di Buano Selatan (BB-ENY)