BERITABETA.COM – Isolasi diri ala Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn di tengah pandemi Covid-19 jadi sorotan dunia. Betapa tidak, ia melakukan karantina di sebuah hotel mewah di pegunungan Alpine, Jerman, bersama 20 selirnya.

Raja Maha Vajiralongkorn bahkan membawa ratusan pengawal dari Thailand untuk melayani segala kebutuhannya di sana. Aksi sang Raja itu kabarnya sempat menimbulkan kemarahan rakyat. Namun, mereka tidak bisa sembarangn mengkritik keluarga kerajaan karena ada aturan lèse majesté.

Dilaporkan media Jerman Bild, seperti dikutip serambinews.com,  hotel bintang empat itu sudah menerima “izin khusus” dari pemerintah setempat sebagai tempat “isolasi” Raja Vajiralongkorn berusia 67 tahun itu. Nama hotel meningap sang raja dan rombongan adalah Grand Hotel Sonnenbichl di Garmisch-Partenkirchen, Jerman.

Melansir dari situs resmi Grand Hotel Sonnenbichl, hotel ini sudah berdiri selama satu abad. Meskipun terbilang tua, bangunan hotel masih terlihat mewah, elegan dan terawat.

Semula, hotel tersebut adalah kediaman pribadi milik keluarga Bader. Kemudian, sejak akhir abad ke-19 rumah keluarga Bader baru dibuka sebagai tempat penginapan.

Grand Hotel Sonnenbichl juga sempat beralih fungsi menjadi rumah sakit militer saat perang dunia ke dua pecah. Kini, tempat tersebut berdiri kokoh menjadi hotel yang dikelola Christoph Mathes.

Hotel bintang empat ini memiliki fasilitas terbilang lengkap, seperti bar atau lounge, kolam renang hingga lapangan golf. Tamu juga bisa menikmati pemandangan pegunungan.

Para tamu dalam hotel ini bisa menikmati beberapa fasilitas spesial, seperti kolam renang privat dengan air hangat. Sambil bersantai dan berenang, para tamu bisa menikmati pemandangan cantik dan mengagumkan dari seluruh panorama pegunungan Alpen.   Para tamu dapat melakukan kegiatan olahraga di studio gym.

Studio ini memiliki peralatan kardio dan pelatihan kebugaran serta intrukstur yang disediakan pihak hotel. Grand Hotel Sonnenbichl juga dilengkapi dengan fasilitas sauna.

Pegunjung bisa menikmati kehangatan di musim dingin. Para tamu juga bisa menikmati fasilitas spa untuk relaksasi. Resor dilengkapi dengan layanan resepsionis, layanan kamar, dan koran selama 24 jam.

Wifi gratis juga disediakan diseluruh sudut Grand Hotel Sonnenbich. Kamar yang disediakan dalam hotel ini memiliki beberapa tipe. Pertama, tipe studio dengan luas 63 meter persegi dan terdapat dua kamar di dalamnya.

Grand Hotel Sonnenbichl saat musim dingin (dok. Grand Hotel Sonnenbichl)

Kamar tipe studio memiliki nuansa moderen dengan perpaduan warna perabotan kamar yang mencolok. Kamar ini memiliki 2 kamar mandi masing-masing dengan bathtub. Dilengkapi balkon dengan pemandangan panorama yang menakjubkan.

Lalu tamu juga bisa menggunakan mesin kopi “Nespresso” serta minibar dalam kamar. Kamar tipe selanjutnya ada Superior Rooms dengan luas 26 meter persegi. Kamar ini dilengkapi dengan single bed, televisi layar datar, serta kamar dengan pemandangan langsung ke arah pegunungan.

Selanjutnya adalah kamar tipe Deluxe Room yang dilengkapi jendela yang mengarah pada pemandangan pegunungan Wetterstein yang indah.

Sama dengan kamar tipe Deluxe Room, untuk kamar Premier Deluxe Room juga menawarkan balkon yang menyuhuhkan pemandangan Pegunungan Alpine. Tamu juga bisa menikmati sofa serta minibar yang terlah disediakan.

Kamar yang paling spesial adalah König Ludwig Suite, dengan luas 65 meter persegi. König Ludwig Suite terdiri dari dua kamar di dalamnya. Nama kamar ini terinspirasi Raja Ludwig II, mantan Raja Bavaria.

Oleh karena itu, suite didekorasi dengan pesona Bavaria dan menawarkan pemandangan Pegunungan Alpen Jerman. Hotel ini juga memiliki tempat yang strategis, karena letaknya berdekatan dengan beberapa tempat terkenal, seperti Franziskanerkloster St. Anton yang hanya berjarak 2 km. Hotel juga hanya berjarak sejauh 2,1 km dari Saint Sebastian Chapel.

Diberitakan sebelumnya, Raja Thailand dilaporkan mengisolasi diri di hotel mewah di kota resor Alpine bersama 20 perempuan di tengah wabah virus corona.

Raja Maha Vajiralongkorn, dikenal juga sebagai Rama X, disebut sudah memesan keseluruhan Grand Hotel Sonnenbichl di kota Garmisch-Partenkirchen, Jerman. Dilaporkan media Jerman Bild, hotel bintang empat itu sudah menerima “izin khusus” dari pemerintah setempat sebagai tempat “isolasi” Raja Vajiralongkorn.

Raja Thailand berusia 67 tahun itu disebut membawa 20 perempuan yang merupakan harem (selir), serta sejumlah penggawa kerajaan.

Dikutip oleh The Independent Minggu (29/3/2020), tidak jelas apakah keempat istri Raja Vajiralongkorn juga ikut ke penginapan. Baik wisma maupun penginapan di sana sudah ditutup sejak merebaknya virus corona.

Tapi juru bicara otoritas setempat berkata, Hotel Sonnenbichl menjadi pengecualian. Sebab di dalam penginapan tersebut, isinya adalah para tamu merupakan “kelompok orang homogen dengan tidak didapati adanya fluktuasi”. Tetapi, 119 anggota rombongan itu dilaporkan dikembalikan ke Thailand.

Sebab, mereka diduga terpapar virus dengan nama resmi SARS-Cov-2 itu. Kabar bahwa keberadaan sang raja berada di hotel mewah tak pelak membuat warga Negeri “Gajah Putih” marah. Meski, mereka berisiko melanggar aturan lese-majeste.

Berdasarkan aturan tersebut, setiap orang yang menghina atau mengkritik anggota kerajaan terancam mendekam di penjara selama 15 tahun. Meski begitu, tagar yang berarti “Mengapa kita masih butuh raja?” merebak dan muncul setidaknya 1,2 juta kali dalam waktu 24 jam.

Somsak Jeamteerasakul, aktivis yang tengah yang mengasingkan diri di Perancis, mengunggah serangkaian pesan di Facebook. Dia mengklaim Raja Vajiralongkorn pergi dari Swiss ke sejumlah tempat di Jerman pada awal Maret karena “mengalami kebosanan”.

“(Vajiralongkorn) akan membiarkan rakyatnya bingung dengan virus itu. Bahkan Jerman yang tengah berjibaku pun tak dipikirkannya,” klaimnya.

Berdasarkan laporan The Times, putra satu-satunya mendiang Raja Bhumibol Adulyadej tidak nampak di negaranya sejak Februari lalu. Dia bertakhta setelah ayahnya mangkat pada 2016. Dia diyakini tak sepopuler ayahnya, yang dielu-elukan rakyat selama 70 tahun berkuasa (BB-DIP)