Duta Parenting Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad Ismail memberikan sambutan dalam kunjungannya ke Desa Ohoi Uwat dan Desa Ohoi Mun Esoy Kabupaten Maluku Tenggara, Senin (26/10/2020).
Duta Parenting Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad Ismail memberikan sambutan dalam kunjungannya ke Desa Ohoi Uwat dan Desa Ohoi Mun Esoy Kabupaten Maluku Tenggara, Senin (26/10/2020).

BERITABETA.COM, Ambon – Duta Parenting Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad Ismail mengungkapkan keberadaan stunting jangan sampai merampas kualitas dan masa depan generasi Maluku.

“Saat ini pemerintah  tengah fokus memberikan perhatian terhadap SDM Indonesia sejak dalam kandungan sampai masa emas. Maka jangan lagi, stunting menjadi penghalang dalam menyiapkan SDM yang unggul,” ungkap istri Gubernur Maluku ini  saat berkunjung ke Desa Ohoi Uwat dan Desa Ohoi Mun Esoy Kabupaten Maluku Tenggara, Senin (26/10/2020).

Menurut Widya, Maluku harus dapat keluar dari bayang-bayang stunting. Stunting merupakan kondisi disaat seorang anak yang masih berusia 1000 hari kehidupannya mengalami  kekurangan gizi hingga  berusia 2 tahun.

“Jika masalah gizinya tidak segera ditangani dengan baik, maka anak tersebut dapat mengalami stunting. Mari kita percepat berbagai upaya dalam memerangi stunting. Jangan biarkan stunting, gizi buruk ataupun masalah gizi lainnya merampas kualitas dan masa depan generasi Maluku kedepan,” ajak Widya.

Widya mengatakan, saat ini berbagai upaya agar generasi Maluku bebas stunting menjadi agenda utama kunjungan kerjanya  ke sejumlah wilayah lokus stunting. Salah satunya dengan melakukan kunjungan kerja ke Ohoi Uwat dan Ohoi Mun Esoy, Kabupaten Maluku Tenggara.

Berdasarkan data yang diperoleh, kata Widya, di Desa Ohoi Uwat jumlah anak dengan stunting  telah terjadi penurunan. Dari jumlah sebelumnya sebanyak 14 orang telah mengalami penurunan dan  tersisa sebanyak 8 balita. Begitupula di Ohoi Mun Esoy dari 30 balita stunting telah mengalami penurunan jumlahnya menjadi 14.

Atas perkembangan ini, Widya memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerjasama dalam memerangi stunting.

“Setiap kabupaten hingga desa pastinya berjuang untuk mengurangi bahkan menyelesaikan masalah stunting di masyarakatnya. Tetapi yang ingin saya sampaikan adalah masalah harus diselesaikan dari sumbernya,” papar Widya.

Sumber masalah yang dimaksud, kata Widya adalah, dimana untuk  memberantas masalah stunting, maka hal tersebut harus dimulai dari diri sendiri dan keluarga, dengan mencukupi asupan gizi seimbang pada 1.000 hari pertama kehidupan yakni, sejak hamil hingga anak berusia 2 tahun.

“Kalau kekurangan gizi dan tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat, maka anak bisa mengalami stunting,” jelasnya.

Selain itu, dengan cara menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan di sekitar juga merupakan salah aatu upaya mencegah stunting sejak dini.

“Penyebab anak stunting yaitu lingkungan, sanitasi dan kebutuhan air bersih. Dalam perjalanan menuju Ohoi Uwat, saya dapat merasakan sulitnya wilayah harus ditempuh. Selain itu belum semua rumah memiliki jamban keluarga, air bersih. Ini akan menjadi catatan dan Insha Allah kedepan bisa teratasi,” terang Widya.

Widya kemudian memotivasi masyarakat agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi kondisi ini.

“Apakah dengan keadaan ini kita menyerah? Tentu tidak. Sebagai orang tua kita wajib memberikan yang terbaik, tetap berusaha untuk anak-anak kita. Karena aset terbesar kita sebagai orang tua adalah anak-anak. Tolong diperhatikan kebersihan lingkungan dan sanitasi, gizi serta jangan lupa untuk sering kita memeluk anak-anak kita sebagai bagian dari bentuk  kasih sayang,” ajak Widya.

Widya juga berharap, upaya memrangi stunting harus menjadi perjuangan bersama.

“Sebagai Duta Parenting Maluku, saya mengajak semua komponen masyarakat dengan berbagai kapasitas dan kemampuan yang dimiliki untuk bekerjasama dalam menurunkan jumlah stunting di Provinsi Maluku,” ajak Widya.

Stunting bukan saja tugas dokter, mantri dan perawat, tapi semua komponen  masyarakat. Untuk itu, masalah ini adalah tantangan bagi semua pihak, baik tenaga kesehatan, Kepala Desa Ohoi Uwat dan Ohoi Mun Esoy, Camat tokoh agama, tokoh masyarakat, para kader Posyandu serta PKK Kecamatan.

Dalam kunjungannya di Kabupaten Malra, Wiidya juga menyerahkan sejumlah bantuan berupa Buku Resep Pangan Lokal untuk anak-anak stunting, BKB (Bina Keluarga Balita), Kit Stunting, Antropometrik Kit.

Widya juga menghadiri Lomba Cipta Menu Anak Stunting, Peninjauan Kelas Ibu Hamil dan Pelayanan KB serta penyelenggaraan Gelar Pangan Lokal bersama Dinas Ketahanan Pangan di Ohoi Dian Darat, Ohoi Rumahdian dan Ohoi Mastur Kabupaten Malra (BB-DIO)