Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT. Bank Maluku-Maluku Utara (Malut) yang berlangsung di Hotel Sari Pacifik, Jakarta Pusat. (foto Zali)
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT. Bank Maluku-Maluku Utara (Malut) yang berlangsung di Hotel Sari Pacifik, Jakarta Pusat. (foto Zali)

BERITABETA, Ambon –  Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT. Bank Maluku-Maluku Utara (Malut) berhasil menyepakati satu nama untuk menempati posisi Direktur Umum (Dirut) baru PT. Bank Maluku – Malut.  Nama dimaksud adalah  Mantan Direktur Operasional Bank SulutGo, Judy Koagouw yang digadang-gadang akan menempati posisi tersebut.

Kepastian ini disampaikan Komisaris Utama PT. Bank Maluku -Malut, Nadjib Bachmid usai digelarnya RUPS-LB PT.Bank Maluku – Malut yang berlangsung di Hotel Sari Pacifik, Jakarta Pusat.

Informasi yang diterima beritabeta.com di Humas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, Jumat (19/10/2018), menyebutkan RUPS- LB,  berlansung selama 2 jam dan dipimpin Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua,  selaku Pemegang Saham Pengendali PT. Bank Maluku- Malut.

Dalam RUPS itu juga dibahas tiga hal penting masing-masing, dilakukan perubahan Anggaran Dasar (AD), penyempurnaan sistem dan prosedur pengangkatan dan pemberhentian Direksi dan Komisaris PT. Bank Maluku-Malut dan terakhir, penetapan gaji Direktur Utama (Dirut).

Nadjib Bachmid mengatakan, awalnya sesuai agenda ada lima  hal penting yang akan dibahas dan telah disampaikan ke seluruh pemegang saham.  Namun, dari lima hal tersebut, kemudian mengerucut ke tiga hal penting di atas.

Dalam RUPS, kata Bachmid, para bupati/walikota selaku pemegang saham kemudian meminta untuk membuka lagi penjaringan  calon Dirut baru PT. Bank Maluku – Malut.

“Mereka minta agar kita membuka lagi calon Dirut supaya tidak hanya satu orang saja, kalau bisa mendapatkan lebih dari satu calon,” paparnya.

Dari hasil itu, kemudian muncul satu nama yang terdaftar dalam penjaringan untuk calon Dirut  yakni, Mantan Direktur Operasional Bank SulutGo, Judy Koagouw.

“Baru satu nama calon yang diajukan, sehingga terpaksa harus ditunda lagi,” imbuhnya.

Agenda RUPS-LB PT. Bank Maluku – Malut juga dihadiri para  bupati/walikota se- Maluku selaku pemegang saham. Diantaranya, Walikota Ambon Richard Louhenapessy, Bupati Maluku Tengah, Abua Tuasikal, Walikota Tual, Adam Rahajaan, Bupati Maluku Tenggara Anderias Rentanubun, Bupati Seram Bagian Barat  Yasin Payapo, Bupati Seram Bagian Timur Mukti Keliobas dan Bupati Buru, Ramli Umasugi.

RUPS-LB, Bank Maluku-Malut yang dihadiri sejumlah bupati/walikota

Selain itu ikut hadir pula, dua Komisaris PT. Bank Maluku – Malut masing-masing,  Yusuf Latuconsina dan Izack Saimima.

Menurut Bachmid, pihaknya berkeinginan secepatnya proses penetapan Dirut ini dilakukan, sehingga secara terstruktur semua jabatan di bank milik daerah ini terisi.

“Kalau dari kita (Komisaris) dan Direksi berkeinginan untuk cepat terisi, karena dari sisi penilaian tingkat kesehatan bank atau yang disebut RGEC, kita bisa memperoleh nilai baik, karena itu juga salah satu faktor penilaian,” harapnya.

Namun demikian, lanjut Bachmid, untuk proses sampai pada penetapan seorang Direktur atau Dirut, akan melalui proses dan waktu yang cukup lama.

“Pencalonannya harus melalui persetujuan RUPS, setelah itu dilanjutkan dengan fit and proper test, dan ditetapkan kembali melalui RUPS, sehingga memang membutuhkan waktu. Kita berharap semester pertama di tahun 2019 sudah ada Dirut yang devenitif,” ucapnya.

Berkaitan dengan minimnya jumlah calon Dirut, kata Bachmid, hal ini disebabkan,  di dalam AD, telah mengatur persyaratan terkait hal dimaksud. Antaranya, jika yang mencalonkan itu berasal dari luar daerah, maka harus setingkat direktur.

“Nah itu yang sulit. Ada juga yang mantan direktur, akan tetapi usianya sudah tidak sesuai, karena usia juga dibatasi dalam AD, yakni 50-60 tahun,” pungkas Bachmid. (BB/ZALI)