BERITABETA.COM, Ambon – Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Nathaniel Orno bersama istri, Beatrix Orno dianugrahi gelar adat oleh tuan tanah dan petua adat, saat berkunjung  Desa Sangliat Dol, Kecamata Wertamrian, Kecamatan Kepulauan Tanimbar (KKT).

Dalam kunjungannya  ke Desa Sangliat, Senin (6/1/2020) oleh pemangku adat Wagub Orno diberi gelar Awan dan istrinya Beatrix Orno diberi gelar Boimas.

 “Bapak adalah Awan dan ibu adalah Boimas. Itu nama leluhur dari desa tercinta kami, Desa Sangliat Dol, “ungkap Tuan Tanah Desa Sangliat Dol yang saat itu mengukuhkan Orno dan Beatrix sebagai warga Sangliat Dol.

Prosesi pengukuhan adat dilakukan di atas Batu Kapal. Batu Kapal atau Perahu Batu Fampompar merupakan sebuah peninggalan hasil maha karya yang menjadi warisan leluhur sebagai situs sejarah dan budaya yang mengandung nilai holistik, sakral dan historis dengan gaya dan teknik penyusunan bangunan pada zaman megaliticum.

Tempat ini merupakan salah satu objek wisata menarik yang ada di Desa Sangliat Dol.  Lokasi ini, menjadi situs sejarah kemegahan dan  peradaban zaman batu yang diwujudkan dalam bangunan perahu dan tangga batu.

Untuk mencapai Desa Sangliat Dol membutuhkan waktu tempuh 30-45 menit dengan jarak dari ibukota ke kabupaten adalah 45 km.  Sebelum proses adat, rombongan disambut oleh Tuan Tanah dan tua-tua adat.

Orno dan istri mendapat pengalungan kain adat dan didaulat untuk meneguk sedikit sopi, pertanda tamu atau pengunjung tersebut tidak terganggu dan terhindar dari segala jenis gangguan lainnya.  

Setelah itu, barulah Orno dan istri dipersilahkan melangkah menuju Batu Kapal untuk menjalani prosesi penganugerahan gelar adat. Orno usai penganugerahan gelar adat menyampaikan rasa terima kasih karena telah diterima sebagai warga Desa Sangliat Dol.

“Ibu-ibu dan bapak-bapak, terimakasih banyak, karena hari ini beta tercatat secara adat bersama istri dan anak-anak sebagai warga Sangliat Dol,” ungkap Wagub Orno yang disambut gembira oleh warga.

Menurut mantan Bupati MBD ini, secara tidak langsung telah terjadi pertambahan jumlah jiwa di Sangliat Dol.

“Beta bagaikan buah bibir perak, sebelahnya rupiah dan sebelahnya lagi garuda. Artinya, sebelah dalam jabatan sebagai wakil gubernur dan sebelahnya dalam pribadi sebagai anak Sangliat Dol,” kata Orno.

Orno mengakui, jika dirinya tidak akan menjadi orang nomor dua di Provinsi Maluku, jika dia tidak menjadi Wakil Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB) saat itu.

“Beta sering bilang ke istri dan anak-anak, bapak ini kalau tidak pernah jadi wakil bupati MTB, maka tidak akan pernah jadi wakil gubernur. Beta harus akui itu.  Beta selalu menghargai Tanimbar ini, makanya beta datang di Tanimbar beta rasa nyaman. Beta bukan duan disini tapi beta lolat disini,” kata Orno.

Untuk itu, sebut Orno, dirinya beserta warga Desa Sangliat Dol sudah menjadi keluarga besar. 

“Jadi beta, sudah menjadi keluarga besar. Beta su anggap keluarga semua. Itu berarti bukan saja sebatas membangun desa, tapi jika ada kegiatan-kegiatan yang dilakukan mesti kasitau beta. Orang tua-tua di kampung bilang makan-minum itu soal kedua, tapi lain harus kasi suara lain,” harap Orno.

Disisi lain Orno juga menyampaikan rasa terimakasih kepada masyarakat Tanimbar yang telah memberikan dukungan kepada dirinya bersama dengan Gubernur Maluku, Murad Ismail saat Pilgub lalu.

“Beta atas nama pak gubernur mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh masyarakat KKT baik yang ada di Yamdena, Tanimbar, Larat.  idak perduli menang dimana kalah dimana, tetapi telah memberikan kepercayaan kepada  kami,” tandas Orno (BB-ENY)