BERITABETA.COM, Ambon – Merasakan nyeri yang tiba-tiba mampir di bagian persendian kaki atau tangan sangat menyakitan. Gejalah ini kemudian bisa ditebak peyababnya adalah penyakit asam urat.

Reaksi ini disebabkan adanya pertempuran sel darah putih yang berfungsi untuk menjaga kesehatan tubuh dan memerangi zat asing akan menyerang kristal asam urat. Pertempuran keduanya menyebabkan peradangan dan rasa sakit.

Penyakit ini bisa saja dialami oleh siapa saja, bukan saja orang lanjut usia. Orang muda juga bisa terkena penyakit ini, walau risikonya akan lebih banyak menyerang orang lanjut usia.

Asam urat atau hyperuricemia umumnya terjadi ketika kadar purin dalam tubuh sangat tinggi. Akibatnya tubuh akan bereaksi dan menyebabkan rasa nyeri di bagian kaki atau tangan.

Jika tak diatasi, penyakit asam urat ini akan berkembang menjadi gout atau radang sendi.

Mengutip Healthline, studi menyebutkan bahwa setidaknya 43,3 juta orang Amerika mengalami masalah ini. Hiperurisemia atau penyakit asam urat terbentuk ketika tubuh ‘kelebihan’ purin. Purin adalah senyawa kimia yang ditemukan dalam beberapa jenis makanan.

Beberapa di antaranya adalah daging merah, jeroan, makanan laut, kacang-kacangan, dan lainnya. Dalam kondisi normal, tubuh akan mengeluarkan purin dan asam urat lewat urin. Namun dalam kondisi tak normal, tubuh memproduksi terlalu banyak asam urat namun tak bisa maksimal mengeluarkankannya. Biasanya kondisi ini terjadi karena ada masalah di ginjal.

Akibatnya, purin yang tak bisa dikeluarkan tubuh pun mengendap dan berubah menjadi kristal di seluruh bagian tubuh. Meski demikian, kristal asam urat ini terbentuk di area persendian dan juga ginjal.

Kombinasi tingginya kadar asam urat dalam darah dan kemampuan tubuh dalam mengeluarkan asam urat yang tidak optimal, merupakan penyebab terjadinya penyakit asam urat.

Peyebabnya

Penyakit asam urat adalah salah satu penyebabnya, penyakit ini acap kali membuat penderitanya meringis kesakitan akibat rasa nyeri tak tertahankan. Kurang gerak ditambah pola makan yang asal atau serampangan, bisa dibilang menjadi faktor penyebab penyakit asam urat yang paling dominan saat ini.

Berbeda dengan penyakit rheumatoid arthritis atau sering disebut dengan rematik, yang rasa sakitnya simetris dan dapat dirasakan di sekujur tubuh. Nyeri pada penyakit asam urat, biasanya hanya terjadi pada satu sisi, misalnya pada kaki kanan atau kiri saja.

Tingginya kadar asam urat dalam darah ini dipicu oleh berbagai faktor. Diantaranya seperti makanan, obat-obatan, penyakit, faktor genetik dan obesitas. Selengkapnya dapat disimak melalui penjelasan berikut ini.

Tips Pencegahan

Kendati penyakit asam urat dapat dikendalikan dengan obat, namun alangkah baiknya bila kita melakukan tindakan pencegahan guna meminimalisir kambuh atau datangnya penyakit asam urat.

Setelah mengetahui penyebab asam urat naik, selanjutnya ikutilah beberapa tips untuk mencegahnya berikut ini:

  • Jaga pola makan. Terapkan pola makan yang sehat dan seimbang. Kenali berbagai makanan yang tinggi, sedang juga yang rendah purin.
  • Hindari minum-minuman keras. Alkohol dalam minuman keras tinggi akan purin, menghindarinya tentu saja menjadi pilihan cerdas. Selain itu, dampak buruknya pun lebih besar dibandingkan manfaatnya bagi kesehatan.
  • Konsumsi makanan mengandung zat penurun asam urat. Buah dari keluarga berry (bluberry, stroberi, dll), bawang putih dan peterseli dapat membantu menggelontorkan asam urat dari tubuh.
  • Manfaatkan herbal alami. Sambiloto, temulawak, lada hitam dan daun tempuyung bersifat anti-inflamasi dan diuretik yang membantu meringankan dan mengeluarkan asam urat dari dalam tubuh.
  • Perbanyak minum air putih. Cukupi kebutuhan air putih setiap harinya. Rata-rata 8 gelas sehari, tergantung aktivitas yang dilakukan. Kecukupan tubuh akan air ditandai dengan urine yang berwarna putih atau bening (tidak kuning apalagi pekat).
  • Pertahankan berat badan ideal. Kelebihan berat badan atau obesitas menjadi faktor pemicu terjadinya penyakit asam urat. Turunkan berat badan secara bertahap, karena penurunan berat badan secara drastis malah memicu serangan penyakit asam urat.
  • Olahraga secara teratur. Rutin berolahraga selama 30-45 menit minimal 2 kali seminggu membantu menurunkan risiko penyakit asam urat sekaligus menjaga kebugaran tubuh secara keseluruhan.

Kadar asam urat tinggi dalam darah (hyperuricaemia) belum tentu menyebabkan nyeri sebagai gejala penyakit asam urat. Sebaliknya, rasa nyeri dapat dirasakan ketika kadar asam urat normal.

Semua ini bergantung pada kemampuan metabolisme tubuh. Jika tubuh dapat bekerja secara optimal dalam mengeluarkan asam urat. Maka, penumpukan asam urat yang membentuk kristal-kristal pada sendi tidak akan terjadi (BB-DIO)