“Ini kebijakan khusus hanya untuk  dua provinsi yakni Provinsi Maluku dan Maluku Utara dan dilakukan sebagai bentuk percepatan pencapaian elektrikasi 100% di Provinsi Maluku karena rendahnya eletrifikasi di daerah terdepan, terluar tertinggal (3T),” jelasnya.

Mercy menambahkan, sebelum program ini sukses,  telah dilakukan sejumlah rapat koordinasi dengan Pemkab  setempat sehingga penyelesain KSO dapat diselesaikan dan hak masyarakat untuk mendapatkan listrik tidak tertunda lagi.

Khusus untuk PLTD Marlasi dalam waktu dekat akan diselesaikan diikuti dengan penyelesaian dibeberapa titik pembangkit lainnya seperti Longgar Apara, Wakua, Koijabi, dan beberapa  titik lainnya yang dicover semua oleh Pemerintah Pusat lewat PLN.

“Jadi mulai dari jaringan, mesin, rumah mesin, dan sejumlah kebutuhan lainnya. Ini dilakukan  sebagai evaluasi atas skema KSO yang bermasalah. Mesin-mesin baru sudah berdatangan jadi apa yang menjadi pekerjaan rumah (PR) saya yang begitu lama akhirnya terselesaikan satu demi satu,” tandasnya.

“Ini artinya janji saya untuk masyarakat terpenuhi sudah. Program Lissa di Pulau Wokam dan Ngaibor sudah diresmikan duluan, saat itu saya  tidak bisa hadir namun senang mendengar masyarakat sudah bisa menikmati listrik disana,” sambungnya.

Sementara, untuk Pembangkit di Benjina menjadi pusat listrik bagi 22 desa dan 3 dusun. Diawali dengan mendistribusi listrik di 6 Desa dan 1 Dusun yang di Kecamatan Aru Tengah tersebut, yaitu, Benjina, Selilau, Namara, Gulili, Tanah Miring, Papakula besar dan Dusun Papakula Kecil.

PLTD Benjina dengan daya sebesar 432 kW yang ditopang kapasitas mesin 3 X  180 kW yang sementara akan melayani 1.169 calon pelanggan. PLTD Taberfanai mencakup 7 desa: Tabarfanai, Ereson, Juring, Maekor, Hokmar, Lutur, dan Rebi, 3 dusun: Jerukin, Bangsal dan Katanter.

Distribusi listrik tahap untuk 3 desa yakni Taberfanai, Hokmar dan Lutur dan 1 dusun Katanter. Calon pelanggan awal sebanyK 410 pelanggan. Panjang jaringan JTM 29,83 kms; JTR 2,92 kms, terdapat teafo 100 Kva dan 4 travo 50KVa.

KP Taberfanai akan dinyalakan dari PLTD Taberfanai dengan kapasitas Mesin 2x80 KW dan Daya Mampu sebesar 128 Kw.