Dua dari enam rekan kontak TNW yang juga pegawai di BRI saat menjalani swab, setalah TNW dinyatakan positif Covid-19, Senin (8/6/2020)
Dua dari enam rekan kontak TNW yang juga pegawai di BRI saat menjalani swab, setalah TNW dinyatakan positif Covid-19, Senin (8/6/2020)

BERITABETA.COM, Namlea –  Manheta Nurlatu (30) alias Sikolit,  pelaku pembacokan dua petani di Desa Waeflan, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru yang dilumpuhkan dengan timah panas, kini dirawat di ruang isolasi RSU Lala di Namlea, karena rapid test-nya reaktif dan langsung di-swab tenggorokan.

Kabar Manheta Nurlatu dirawat di ruang isolasi dan diperlakukan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) disampaikan Jubir Satgas Covid 19 Kabupatrn Buru Nani Rahim kepada awak media di Namlea, Senin (8/6/2020).

“Hari ini dilakukan pengambilan swab juga untuk pelaku pembacokan di Desa Waeflan kemarin karena hasil rapid test pada pasien ini reaktif “jelasnya.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Pulau Buru, Ipda Zulkifli Asri yang dihubungi menjelaskan, kalau polisi belum dapat mengorek informasi motif dari pembacokan petani di Waeflan.

Sebelum dibawa ke RSU Lala, polisi berusaha mengorek keterangan dari pelaku. Tapi jawabannya seperti orang linglung.

“Katanya dia mau balas perbuatan saudaranya. Jawabannya aneh-aneh,”akui Ipda Zulkifli.

Kata Ipda Zulkifli, bila kelak nanti sembuh, pelaku baru dimintai keterangan. Polisi baru dapat mengorek keterangan dari dua korban dan saksi mata.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Manheta Nurlatu,  pelaku pembacokan dua petani di Desa Waeflan, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, Suripto (45) dan Diding Hadi (40), berhasil dilumpuhkan personil Polsek Waeapo, Polres Pulau Buru,  dengan timah panas,  pada pukul 22.00 wit pada Minggu malam (7/6/2020).

Kapolsek Waeapo, Ipda Zainal yang dihubungi lewat hp menjelaskan, Sikolit berhasil disergap petugas dari Polsek Waeapo di tengah jalan di Desa Metar, Kecamatan Lokongquba pada pukul 22.00 wit malam ini.

Saat mau ditangkap petugas dari Polsek Waeapu, pimpinan Ipda Zainal, pelaku melakukan perlawanan dengan senjata tajam.

“Ia menari bulan dengan parang (cakalele),”ungkap satu sumber yang ada di tkp Desa Metar.

Menurut Ipda Zainal, kalau anak buahnya sempat beberapa kali peringati pelaku untuk menyerahkan diri.Tapi pelaku tetap melawan.

Petugas sempat beri tembakan peringatan ke udara, tapi pelaku tidak menghiraukan dan mencoba melawan. Akhirnya pelaku dilumpuhkan dengan timah panas yang bersarang di kakinya (BB-DUL)