KR, seorang ibu yang menjadi OTG Covid-19 di kota Ambon menangis terseduh meluapkan kekesalannya atas apa yang dialami selama 35 hari menjalani masa karantina di LPMP Ambon
KR, seorang ibu yang menjadi OTG Covid-19 di kota Ambon menangis terseduh meluapkan kekesalannya atas apa yang dialami selama 35 hari menjalani masa karantina di LPMP Ambon

BERITABETA.COM, Ambon – Seorang ibu yang masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19 di kota Ambon menangis tersedu meluapkan kekesalannya atas apa yang dialami selama menjalani masa karantina.

Ibu yang dikenal merupakan  salah satu warga kota Ambon itu, menangis meluapkan kekesalannya sambil bercerita tentang masa-masa sulit yang dijalani. Ia mengaku tidak mengalami sakit, tapi sudah menjalani proses karantina selama sebulan lebih, dengan mengikuti uji swab sebanyak 5 kali dengan hasil tetap positif.

Aksi ibu yang berinisial KR ini menjadi viral di media sosial Facebook lewat sebuah unggahan video berdurasi 5 menit, 16 detik yang sudah dibagikan sejumlah warganet. Video ini diunggah pada Jumat malam (12/6/2020).

Sambil memeluk seorang rekannya yang berada di balkon ruangan karantina di gedung Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Maluku, perempuan yang diketahui menetap di salah satu kawasan Kecamatan Nusaniwe ini membeberkan kondisi yang menimpanya.

“Katanya Covid itu hasil hanya dua minggu, abis itu bilang 21 hari, abis itu bilang 33 hari. Mana? Katong tar saki (kami tidak sakit) tinggal tahan-tahan katong tarus. Kalau katong orang kaya lah tar apa-apa jua. Tapi ini katong orang susah, mau kasih tinggal katong disini par apa?,” ungkap KR sambil menangis meluapkan emosi.

KR mengaku sudah 35 hari berada di lokasi karantina LPMP yang berlokasi di Kelurahan Tihu, Rumah Tiga, Kota Ambon. Bersama beberapa temannya, mereka menunggu hasil swab. Namun, kabarnya dari 26 hasil sampel swab yang diuji melalui PCR, hanya 5 orang dari mereka yang hasilnya negatif dan dinayatakan sembuh.

Dalam video yang sudah beredar luas dibagikan netizen di dunia maya itu, warga karantina ini juga meluapkan emosi dengan berteriak dirinya adalah tulang punggung keluarga yang harus mengurus anak-anak di rumah.

“Katong saki apa coba bilang. Orang yang keluar deng katong sama. Samua minum obat yang sama. Baru bilang hanya lima orang yang kaluar. Ada akal. Tar pung perikemanusiaan. Jangan hanya pentingkan kamong pung (kalian punya) kemauan sendiri. Ingat katong disini, katong orang susah,” teriaknya sambil menangis dengan keras.

Di akhir video yang beredar itu, OTG ini kemudian diboyong seorang laki-laki sambil masuk di salah satu kamar. Sementara seseorang yang mengambil video ini juga menyoroti kamera handphone-nya ke salah satu ibu yang hamil di balkon gedung tersebut.

Secara terpisah menanggapi keinginan warga yang menjalani masa karantina di LPMP Ambon ini, Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Maluku, Kasrul Selang tidak menampik, ada keinginan mereka yang di karantina untuk kembali ke rumah. Namun dalam prosedur penanganan Covid-19, tidak bisa dipulangkan, sebelum ada hasil swab yang memastikan mereka negatif (sembuh).

Kasrul juga mengaku, pemerintah menyesalkan adanya insiden yang terjadi di pusat Karantina Covid-19 LPMP, Ambon. Mereka berharap ini tidak lagi terjadi. Ada misinformasi, karena itu masyarakat juga perlu memahami mekanisme dalam test swab yang dilakukan.

“Kami juga berkeinginan semua yang di karantina ini secepatnya sehat. Hasil swabnya negatif, dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga,” kata Kasrul melalui pesan singkatnya, Sabtu pagi (13/6/2020) melalui pesan singkatnya.

Pemerintah melalui Gustu Covid-19, kata Kasrul, perlu memastikan, mata rantai penyebaran Covid-19 ini berhenti. Sehingga mereka yang pulang, tidak lagi menularkan keluarganya di rumah, lingkungannnya atau orang terdekat lainnya.

“Ini semata-mata untuk memutus mata rantai penyebaran,” kata dia (BB-DIO)

SIMAK JUGA VIDEO DI BAWAH INI :