BERITABETA.COM, Tual – Ratusan warga asal Kecamatan Pulau Kur, Tam, dan Tayando (KTT),  Kota Tual, menolak usulan DPRD Kota Tual tentang pengadaan helikopter yang pernah disampaikan dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Tual tahun 2019.

Warga yang tergabung dalam Komunitas Penyambung Suara Rakyat (Kop-Surat) ini mendatangi Kantor DPRD Kota Tual dengan menggelar aksi demo, Rabu (15/7/2020).

Ratusan warga yang terdiri dari sebagian besar kaum Hawa  itu, meminta DPRD Kota Tual untuk tidak melanjutkan  usulan pengadaan helikopter yang akan diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat di wilayah pulau – pulau tersebut.

Dalam aksi demo tersebut, mereka mengaku, warga Kur, Tam, dan Tayando memiliki kebutuhan utama yang meliputi  listrik (PLN), jaringan telekomunikasi, air bersih, percepatan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, infrastruktur berupa jembatan penghubung dan pelabuhan fery dalam membantu aktifitas hidup mereka.

Sebelumnya, DPRD Kota Tual, telah merekomendasikan agar Pemkot Tual dapat menyedian satu unit helikopter yang akan digunakan sebagai alat transportasi untuk membantu warga di tiga pulau tersebut dalam kondisi emergensi.

Juru bicara Kop –Surat, Trisnawati Bayal kepada beritabeta.com mengaku, aksi demo yang dilakukan tersebut untuk mempertanyakan  rekomendasi DPRD Kota Tual, terkait pengadaan satu unit helikopter tersebut.

“Rekomendasi DPRD Kota Tual untuk beli satu unit helikopter bagi warga di pulau – pulau itu  merupakan satu bentuk pelecehan terhadap rakyat. Kami merasakan infrastrulktur dasar saat ini belum dinikmati masyarakat,” sesalnya.

Menurut Trisnawati,  masyarakat di tiga wilayah itu, saat ini sangat membutuhkan  pelayanan listrik dari PLN dan infrastruktur dasr lainnya, ketimbang helikopter. Mereka menilai sebaiknya Pemkot Tual dan DPRD memperjuangkan masalah kelistrikan yang saat ini sudah disiapkan sejumlah jaringan pendukungnya.

“Kami juga meminta DPRD melihat masalah pelayanan  air bersih bagi rakyat, sudah dua puluh tahun kami tidak nikmati air bersih di pulau – pulau. Bak penampungan dibangun, pipa-pipa disediakan, namun sampai saat ini air bersih belum mengalir,” bebernya.

Ia juga menyoroti masalah sarana pendidikan dan kesehatan yang minim  di tiga wilayah pada Kecamatan Pulau – Pulau Kota Tual itu. Paslanya, sejumlah tanga pendidik dan kesehatan juga tidak melaksanakan tugas dengan baik.

“Ini yang membuat kami tidak setuju DPRD Kota Tual mengusulkan pembelian helikopter, karena itu membutuhkan anggaran besar, lebih baik dana tersebut dipriotaskan untuk pelayanan dan pembangunan kebutuhan dasar masyarakat,” tandas Trisnawati Banyal.

Ia juga menilai, DPRD Kota Tual tidak profesional dalam menjalankan fungsi budgetingnya, bahkan terkesan tidak peduli karena menolak  beraudensi  dengan Kop-Surat sebai representatif warga.

“Ini aksi pertama kami namun sangat disayangkan,  DPRD Kota Tual belum menerima kami, untuk langsung bertatap muka,” cetusnya.

Aksi ratusan masa dari Kop-Surat ini berlangsung aman. Mereka  mendatangi DPRD Kota Tual  dengan membahwa spanduk dan pamflet  yang bertuliskan “KTT menagih janji, kami butuh cahaya, bukan janji manis, dan DPRD bermimpi Ktt menangis,” (BB-OL)

SIMAK JUGA VIDEO DI BAWAH INI :