Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Dr. Doni Rerung saat memberikan penjelasan terkait jadwal vaksinasi Covid-19 di Maluku kepada wartawan dalam  konferensi pers di lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Selasa (5/1/21).
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Dr. Doni Rerung saat memberikan penjelasan terkait jadwal vaksinasi Covid-19 di Maluku kepada wartawan dalam konferensi pers di lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Selasa (5/1/21).

BERITABETA.COM, Ambon – Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Provinsi Maluku memastikan sebanyak 15.120 orang tenaga kesehatan di Provinsi Maluku akan menjalani proses vaksinasi secara serentak pada tanggal 15 Januari 2021.

“Untuk Provinsi Maluku pelaksanaan vaksinasi Covid-19 akan digelar pada tanggal 15 Januari 2021 sampai April 2021.  Vaksinasi akan difokuskan pada tenaga kesehatan, “kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Dr. Doni Rerung kepada wartawan dalam  konferensi pers di lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Selasa (5/1/21).

Doni Rerung mengatakan, saat ini vaksin yang sudah tiba di Maluku, sebanyak 15.120 vaksin dan pada tanggal 13 Januari 2021 pelaksanaan vaksinasi serempak akan dilakukan di Indonesia.

Menurutnya, usai pelaksanaan vaksinasi tahap pertama kepada tenaga kesehatan, selanjutnya di tahap kedua vaksinasi akan dikhususkan kepada anggota TNI/Polri serta Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melakukan pelayanan publik.  Sedangkan untuk vaksinasi kepada masyarakat, akan dilakukan pada bulan April 2021 sampai dengan tahun 2022.

Terkait dengan persiapan vaksinasi di 11 kabupaten/ kota di Maluku, kata Rerung dari hasil komunikasi virtual yang baru saja dilaksanakan pihaknya, terungkap ada  beberapa kendala yang dihadapi oleh kabupaten/kota.

Kendala itu ditemui dibeberapa kabupaten yakni terkait tempat penyimpanan vaksin, karena persyaratan penyimpanan vaksin harus memenuhi standar di suhu 2 sampai 8 derajat celcius.

“Tidak semua fasilitas kesehatan yang dapat memberikan pelayanan vaksinasi. hanya yang sudah terdaftar dan memiliki syarat-syarat sesuai ketentuan berlaku. Syarat-syarat yang yang berlaku, seperti persiapan tenaga kesehatan terlatih yang akan melakukan vaksinasi, memiliki fasilitas penyimpanan vaksin, dan alur rantai dingin yang memadai,”jelasnya.

Sedangkan untuk penerima vaksinasi, telah ditetapkan untuk warga yang berusia 18-59 tahun.  Namun kalau ada penyakit bawaan tertentu tidak bisa divaksin, sepeti DM atau hipertensi, gangguan ginjal dan jantung.

“Tidak semua penyakit comorbid yang tidak bisa divaksin,” jelasnya.

Selain itu, dari 11 kabupaten kota di Maluku, baru 7 kabupaten yang sudah siap menjalankan program vaksinasi, sementara empat kabupaten lainnya,  sementara mempersiapkan SK penunjukan fasilitas kesehatan yang bisa dipakai untuk  melakukan vaksinasi.

“Keempat yang belum siap diantaranya Kota Ambon yang saat ini sedang berproses, Seram Bagian Timur, Kabupaten Kepulauan Aru dan Kabupaten Maluku Tenggara. Kita berharap masyarakat mau divaksin untuk melindungi orang yang tidak bisa divaksin,”ujarnya.

Ia juga meminta agar penerima vaksin tidak perlu takut dengan adanya hoaks. Yang perlu dicatat proses ini sudah melewati sebuah mekanisme sains, dan sudah dilakukan penelitian secara ilmiah (BB-YP)