BERITABETA.COM – Kebiasaan minum kopi (ngopi) sudah menjadi trend dan budaya yang mengakar di tengah masayarakat Indonesia. Banyak orang suka dengan kopi di saat-saat santai.

Tak heran bisnis kedai kopi pun menjamur, seperti yang terjadi di Kota Ambon. Kota berjuluk ‘manise’ ini terdapat puluhan rumah kopi dan kafe yang menyajikan kopi khas Ambon.

Tapi mengonsumsi kopi sepertinya juga menjadi kontroversial. Banyak yang pro namun tak jarang banyak yang skeptis juga akan manfaat dan keamanannya. Semua itu bergantung pada siapa yang bertanya, jawabannya bisa jadi kopi merupakan minuman yang luar biasa atau malah dianggap sebagai racun adiktif.

Pada beberapa bukti ilmiah yang telah banyak dipaparkan, tampaknya sudah cukup jelas bahwa kopi sebenarnya adalah minuman yang kompleks, dengan ratusan senyawa bioaktif.

Studi juga menunjukkan bahwa peminum kopi memiliki resiko penyakit yang lebih rendah seperti diabetes tipe 2, gangguan neurologis dan penyakit hati.

Jadi, berapa banyak kopi yang aman dikonsumsi dalam sehari untuk memaksimalkan manfaat kesehatannya sambil meminimalkan risikonya?

Dikutip beritabeta.com dari honestdocs.id menyebutkan, bahan aktif dalam kopi adalah kafein, zat psikoaktif yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Kandungan kafein dalam secangkir kopi sangat bervariasi, mulai dari 50 sampai 400+ mg per cangkir.

Secangkir kopi rumahan kecil mengandung 50 mg, sementara untuk ukuran cup grande 16 oz di Starbucks dapat mengandung lebih dari 300 mg kafein. Maka bisa diasumsikan bahwa secangkir kopi rata-rata 8 ons mengandung sekitar 100 mg kafein.

Beberapa sumber menunjukkan bahwa 400 mg kafein, atau 4 cangkir kopi, aman untuk orang dewasa yang sehat. Namun, ada beberapa orang yang minum lebih banyak dari itu, tidak mengalami masalah.

Perlu diingat bahwa ada banyak sumber kafein selain kopi, termasuk teh, minuman ringan, minuman energi, coklat dan obat-obatan tertentu. Jadi kafein bukan melulu harus kopi ya.

Intinya, jika Anda bertanya berapa banyak kafein dalam secangkir kopi dan batas amannya maka berdasarkan fakta yang ada, jumlah kafein dalam secangkir kopi bisa berkisar antara 50 sampai lebih dari 400 mg. Banyak sumber merekomendasikan 400 mg kafein per hari sebagai batas aman untuk orang dewasa yang sehat.

Artinya, mengonsumsi kopi aman-aman aja, minumlah maksimal 4 cangkir kopi perhari.

Adakah Gejala Jika Kelebihan Kafein?

Kafein bekerja terutama di otak, di mana ia memengaruhi fungsi neurotransmiter dan memberi efek stimulan. Jika Anda minum terlalu banyak kopi dalam waktu singkat, Anda akan mengalami gejala yang sebagian besar berkaitan dengan otak dan sistem pencernaan.

Berikut adalah beberapa gejala yang umum terjadi jika terlalu banyak mengonsumsi kafein:

Kegelisahan.

Gangguan kecemasan.

Pusing.

Gangguan pencernaan (dispepsia).

Mudah marah.

Insomnia.

Detak jantung cepat.

Tremor.

Jika Anda mengalami gejala seperti itu setelah minum kopi, bisa jadi Anda sensitif terhadap kafein dan sebaiknya kurangi asupan kafein atau jika memang menimbulkan gejala yang lebih serius lebih baik hindari kafein sama sekali.

Sensitivitas Kafein Terhadap Individu

Kafein memengaruhi orang dengan cara yang berbeda. Seperti gen yang terbukti memengaruhi kepekaan terhadap kafein. Gen ini berkaitan dengan enzim yang memecah kafein di hati, serta reseptor di otak yang terkena kafein.

Efek kafein terhadap tidur juga ditentukan secara genetik. Beberapa orang bisa minum kopi dan langsung tidur, namun ada juga yang membuat mereka terjaga sepanjang malam. Ya ini semua bergantung pada susunan genetik, bisa jadi Anda mentolerir banyak kafein, atau sebaliknya. Namun, kebanyakan orang ada di tengah-tengah itu.

Toleransi individu atau kebiasaan seseorang  juga sangat penting. Mereka yang terbiasa minum kopi setiap hari dapat mentolerir lebih banyak kafein daripada mereka yang hanya meminumnya sesekali saja.

Penting juga untuk menyadari bahwa kondisi medis seseorang dapat memengaruhi kepekaannya terhadap kafein. Jika Anda memiliki gangguan kecemasan, aritmia jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, atau memiliki kondisi medis apa pun, kemampuan tubuh dalam mentolerir kafein akan sangat rendah, dan lebih baik berkonsultasi dengan dokter.

Adakah Hubungan Kafein dengan Umur Panjang?

Ada sebuah studi terobosan yang diterbitkan di New England Journal of Medicine pada tahun 2012. Studi ini dilakukan selama periode 12-13 tahun dengan melihat 402.260 individu berusia antara 50 dan 71 tahun.

Pada studi ini menunjukkan bahwa, peminum kopi hidup lebih lama, dengan risiko kematian terendah berada pada konsumsi 4-5 cangkir kopi per hari. Namun, ada pula satu studi baru-baru ini yang menemukan bahwa dengan minum kopi 4 atau lebih cangkir per hari terkait dengan peningkatan lama hidup, meskipun tidak menurunkan risiko kematian pada orang di bawah usia 55 tahun.

Ya meskipun buktinya beragam, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa seseorang yang rutin minum kopi setiap harinya, memiliki hidup yang lebih lama, dengan jumlah kopi optimal sekitar 4-5 cangkir per hari.

Apakah kopi buruk?

Tidak persis. Tidak seperti yang diyakini dan disebarkan secara luas, kopi bukanlah hal terburuk yang Anda minum. Penelitian telah menunjukkan bahwa kafein mengandung beberapa anti-oksidan yang kaya yang dapat mengurangi rasa sakit, menekan pembuluh darah yang meradang, membantu Anda hidup lebih lama – selama Anda mendapat porsi yang cukup setiap hari. Jadi, yang terbaik adalah Anda mengetahui apa yang terbaik untuk tubuh Anda dan mengikuti pola makan yang sesuai (BB-DIP)