Buku yang meraih penghargaan dlm Islamic Book Fair thn 2005 utk kategori non fiksi ( buku ilmiah ) . Buku yg menguraikan secara mendalam sejarah dan akar sekularisme – liberalisme di Eropa dan pengaruhnya dlm pemikiran Islam di Indonesia oleh Dr. Adian Husaini.
Buku yang meraih penghargaan dlm Islamic Book Fair thn 2005 utk kategori non fiksi ( buku ilmiah ) . Buku yg menguraikan secara mendalam sejarah dan akar sekularisme – liberalisme di Eropa dan pengaruhnya dlm pemikiran Islam di Indonesia oleh Dr. Adian Husaini.

Catatan : Mary Toekan Vermeer (Pengagum Sejarah, Menetap di Belanda)

BARU seminggu lalu kita memasuki gerbang  tahun 2021, walau bumi masih berjuang melawan virus yang membombardir pertahanan hidup manusia, kita masih tetap dapat melihat warna warni kembang api menyala – nyala memecah langit  malam.

Bumi yang sedang sakitpun harus memahami keinginan makhluk yang menghuninya di seluruh penjuru negeri. Kultur peradaban Barat sungguh telah merasuki jiwa jiwa manusia, menerobos dinding – dinding iman setiap keyakinan. Tak perduli Islam, Kristen,Yahudi,Hindu, Budha maupun yang lain. Ia menghantam tak tebang pilih.

Peradaban Barat ini datang dgn kekuatan penuh bagai gelombang tsunami. Menyilaukan mata,  mendorong nafsu dunia merajai hati,  seakan mati urusan nanti. Kelulusan untuk mendapat surga Allah SWT yg dijanjikan teramat sangat mudah menurut rumus hidup mereka dibanding gelar akademik dari Universitas ternama di dunia.

Mari kita tolehkan kepala kita sejenak kebelakang, susuri lorong waktu berabad lalu. Bawa seluruh jiwa kita ke abad – abad ini, wujudkan diri bersama mereka yang hidup di zaman itu, supaya kita tahu apa penyebab peradaban canggih ini yang mengamuk bagai  singa luka, meletakkan Tuhan dan Setan pada level yang sama, sepanjang tak menyentuh kehidupan bertetangga dan bernegara.

Maka jangan hanya sekedar menyibakkan tirai waktu, sebab bisa  berakibat fatal. Pahami peradaban Barat yg sedang menginvasi ini, terutama yang bermuara kepada peradaban dan pemikiran umat muslim. Jika salah menafsirkan, tentu akan berpengaruh kepada cara berpikir, hingga bisa  merobohkan bangunan iman di atasnya.

Kisah ini adalah sejarah peradaban Eropa. Tentang perbuatan orang orangnya, bukan  tentang agamanya. 𝗦𝗲𝗯𝗮𝗯 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗮𝗱𝗮 𝘀𝗮𝘁𝘂𝗽𝘂𝗻 𝗮𝗴𝗮𝗺𝗮 𝗱𝗶 𝗱𝘂𝗻𝗶𝗮 𝗶𝗻𝗶 𝘆𝗴 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗮𝗷𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗷𝗮𝗵𝗮𝘁𝗮𝗻.

Belajarlah memilah – milah suatu persoalan agar terlihat jernih. Selami sejarah ini, bukan untuk  menudingkan jari kita ke arah mereka, namun untuk saling menggenggam dan segera berlari memeluk kembali iman kita, mengenalinya lagi dengan  baik dan benar.

Sebab cinta sesungguhnya, telah Allah ajarkan melalui duta negeri langit yang Allah pilihkan untuk manusia di setiap zaman, sebagai khalifah di bumi Allah. Jika ada begitu banyak kejahatan dan kemunafikan, jangan pernah salahkan agama yg membersamai mereka.

Dalam perjalanan sejarah peradaban Barat  ( 𝘞𝘦𝘴𝘵𝘦𝘳𝘯 𝘊𝘪𝘷𝘪𝘭𝘪𝘻𝘢𝘵𝘪𝘰𝘯 ), ternyata tersimpan trauma yg dalam. Masa – masa pahit itu mereka sebut ” zaman kegelapan ” ( 𝘵𝘩𝘦 𝘥𝘢𝘳𝘬 𝘢𝘨𝘦𝘴 ) atau ” zaman pertengahan ” (𝘵𝘩𝘦 𝘮𝘦𝘥𝘪𝘦𝘷𝘢𝘭 𝘢𝘨𝘦𝘴).

Disinilah awal kisah tragis itu. Ketika Jenderal Romawi Jermanik Odoacer taklukkan Kaisar Romulus Augustulus, runtuhlah Imperium Romawi pada tahun 476 M, kemudian muncul Gereja Kristen sebagai institusi dominan dlm masyarakat Kristen Eropa.

Masyarakat Eropa hidup di bawah kekuasaan gereja dalam bentuk pemerintahan ” 𝘵𝘦𝘰𝘬𝘳𝘢𝘴𝘪 ” yang berasal dari bahasa Yunani 𝘛𝘩𝘦𝘰𝘴 dan   𝘒𝘳𝘢𝘵𝘰𝘴. 𝘛𝘩𝘦𝘰𝘴 bermakna Tuhan dan 𝘒𝘳𝘢𝘵𝘰𝘴 memiliki arti memerintah.