Aiptu Bernadus Nurlatu dan Istri Rolly Susana Samar saat membantah berita laporan Kades Masnana, soal penyalahgunaan dana Bumdes Rp.140,4 juta dan beberapa kasus yang juga turut melibatkan nama istrix. (FOTO: BERITABETA.COM)
Aiptu Bernadus Nurlatu dan Istri Rolly Susana Samar saat membantah berita laporan Kades Masnana, soal penyalahgunaan dana Bumdes Rp.140,4 juta dan beberapa kasus yang juga turut melibatkan nama istrix. (FOTO: BERITABETA.COM)

BERITABETA.COM, Namlea – Gara-gara mengamuk dengan parang dan mengkata-katai kotor kakak kandungnya, oknum anggota Polsek Waesama, Aiptu Bernadus Nurlatu kini diamankan Provos Polres Pulau Buru.

Kasubbag Humas Polres Pulau Buru, IPDA Zulkifli yang dikonfirmasi media ini, membenarkan diamankannya Aiptu Bernadus Nurlatu.

“Iya betul,  diamankan dari kemarin siang jam 12.00 karena pelapor dan saksi belum datang,” jelas IPDA Zulkifli, Rabu (24/7).

Menurut kasubbag Humas, langkah mengamankan Aiptu Bernadus merupakan kebijakan dari pimpinan. Propam Polres juga sudah menyurati yang melapor di Polsek Namrole dan saksi-saksi  guna diambil keterangan mereka. Namun kata Kasubbag, sampai hari ini, pelapor dan saksi belum datang ke Propam Polres Pulau Buru. ‘Diamankan, bukan ditahan,”sekali lagi jelasnya.

Sementara itu, informasi yang berhasil dihimpun media ini dari sumber kepolisian menyebutkan, Bernadus diamankan sejak hari Selasa siang (23/7). Ia dari hari Senin (22/7) telah menghadap di kesatuannya.

Dengan ditemani istrinya, Ny. Rolly Susana Somar dan beberapa warga Desa Masnana, Kecamatan Namrole, Kabupaten Bursel, mereka juga mengadukan balik Kades Masnana, Romeldus Nurlatu yang mengadukan Aiptu Bernadus dan istrinya secara tertulis ke Polres Pulau Buru melalui surat tertanggal 18 Juli dan diantar langsung Romeldus Nurlatu dan Ketua BPD Masnana, Soter Nurlatu tanggal 19 Januari lalu. Aiptu Bernadus diadukan menggelapkan dana Bumdes dan beberapa masalah lainnya yang juga turut menyeret nama istrinya Rolly Susana Samar.

Gara-gara aduan tadi, Aiptu Bernadus tidak terima baik, dan Sabtu dinihari (20/7/2019), ia datang mengamuk di rumah miliknya yang ditempati sang kakak yang menjadi Bendahara Desa Masnana, Alowisius Nurlatu.

Berita aduan kepada atasannya  yang ramai dirilis media ini, kemudian dibantah Aiptu Bernadus sebagai fitnah dari kades untuk menutupi dugaan penyalahgunaan Dana Desa TA 2017 dan TA 2018 lalu.

Lebih jauh dilaporkan, kalau perseteruan Aiptu Bernadus Nurlatu dan Kades Masnana, Romeldus Nurlatu masih belum kunjung reda.Sebaliknya wartawan yang menulis masalah di Desa Masnana juga digertak akan dilaporkan ke Polres Pulau Buru.

Dalam percakapan lewat telepon dan WhatsApp dengan Ketua PWI Buru, anggota  Polsek Waesama ini mengaku tidak puas dengan berita yang dirilis para awak media karena tidak lebih dahulu dikonfirmasi dengannya.

Ia juga ada menunjukan satu bukti video saat beberapa orang dekat Kades, datang mengamuk di dekat rumahnya beberapa waktu lalu saat Tipikor memeriksa dugaan penyalahgunaan Dana Desa yang dilaporkan istrinya dkk ke Polres Pulau Buru.

Salah satu berita yang kembali dipermasalahkan Aiptu Nurlatu yang banyak dirilis media cetak dan media online, ketika ia datang mengamuk  dengan parang  dan tega mengusir kakak kandungnya yang menjabat Bendahara Desa Masnana, Bursel,Alowisius Nurlatu dan istrinya Ny Luciana Tasidjawa dan anak-anak keluar dari rumah yang sedang mereka tempati.Aksi tidak terpuji itu berlangsung Sabtu dini hari lalu (22/7).

Dalam tiga bukti rekaman suara berdurasi 1 menit 3 detik, 2 menit 45 detik dan 2 menit 23 detik yang sampai ke tangan awak media, turut menguatkan kalau Aiptu Bernadus Nurlatu lagi marah-marah.

Dalam bukti rekaman pertama, terdengar Bernardus marah-marah datang ke rumah miliknya yang sementara  ditinggali kakak kandungnya Alowisius. Ia sempat mengancam mau membakar rumah tersebut.

Bernadus terdengar marah, karena dirinya dilaporkan ke atasannya oleh Kades Masnana, Rimelus Nurlatu dan Ketua BPD Masnana, Soter Nurlatu yang ternyata juga adalah kakak kandungnya sendiri.

Kakaknya yang menjabat bendahara desa turut diamuk di malam hari, karena dicurigai ikut membocorkan bukti-bukti transfer uang ratusan juta ke BumDes Masnana saat Bernadus saat itu masih menjadi ketuanya.

Dengan kasar, dia meneriaki kakaknya ini buta huruf dan nau-nau.”eee kamong mau bangun ka beta ambil bensin bakar.Binatang tua bodok.Lapis Deng Kapala desa buta huruf,”sumpah serapah Bernadus yang dibarengi dengan umpatan kata kotor lainnya.

Bernadus terus mengumpat dan meminta kakaknya yang tinggal gratis di rumah miliknya agar segera angkat kaki dalam kesempatan pertama.

Ia tega terus mengatakan kakak kandungnya ini dan menuding kalau sang kakak pancuri banyak, rumahnya tidak dibangun dan tidak tahu malu.

“Kepala desa pancuri, sekertaris  pancuri, bendahara  pancuri, ketua BPD pancuri, tapi ada muka par tinggal di orang pung rumah,lalu keorng banyak banyak itu di mana?,”cercah Bernadus.

Menyusul berita di atas,  Bernadus mengaku sudah menyiapkan orang-orangnya yang akan melapor pidana dan konon mereka itu ada bersamanya di malam kejadian tersebut.

Kepada Aiptu Bernadus Nurlatu, Ketua PWI, Lili Ohorella menegaskan, kalau berita  ditulis berdasarkan fakta juga ada bukti rekaman saat yang bersangkutan malam itu mengamuk.

Walau tidak dikonfirmasi langsung kepadanya (karena waktu itu belum   punya nomor kontak), namun sudah dilakukan cros cek

kepada kades Masnana dan telah dikonfirmasi ke Polres, sehingga beritanya sudah layak dimuat.

Bila Aiptu Bernadus berkeberatan, ia bisa melakukan klarifikasi dan diberitakan ulang hasil klarifikasi itu.

Namun Bernadus tidak menggunakan hak jawabnya dan meminta seseorang dari balik telepon yang mengaku bernama Gabriel Sinyo Ette yang memberikan keterangan.

Mengawali keterangannya Gaberiel mengaku dimalam kejadian itu dia ada bersama Bernadus.”Hari itu beta ada bersama bapa Nadus. Yang Beta mau tuntut ini, kalau bapa Nadus pakai parang, mana buktinya.Karena hukum itu percaya bukti.Lalu parang itu dimana,”kata Gabriel.

Gabriel mencoba menyakinkan kalau malam itu dia dan beberapa orang lagi ada dengan Aiptu Bernadus dan mereka ini yang menenangkan anggota polisi di Polsek Waesama ini.

Tidak jelas apa maksudnya, Gabriel menyebut ada “barang halus”  di malam kejadian saat Aiptu Bernadus mengamuk.”Memang batul.Barang halus itu ada.Tapi ontua seng ambil parang par mau potong sapa-sapa.Seng ada,”cerita Gabriel.

Kata Gabriel, hukum itu perlu bukti. Aiptu Bernadus tidak pernah membawa parang.” Bapa Alowisius dan Ibu Luciana tidak keluar.Mereka hanya di dalam rumah sampai Katong bawa bapa Nadus pulang,”kata Gabriel.

Dengan alasan tidak ada bukti membawa parang, Gabriel mengaku akan melapor Alowisius dan Luciana ke polisi karena sudah melaporkan kebohongan ke Polsek Warsama.

Ketika ditanya isi rekaman saat Bernadus mengamuk di malam kejadian itu, Gabriel tidak bisa menyangkalnya. Ia mengaku rekaman itu mungkin diambil dari dalam rumah oleh Alowisius dan Luciana.

Kata Gabriel Alowisius dan Luciana tetap di dalam rumah.Kalau Alowisius keluar di malam itu, mungkin saja ia dan adiknya sudah berkelahi.

Ia menuding balik, kalau rekaman suara yang diambil dari balik rumah itu untuk menjebak Bernadus.”Dong rekam par mau jebak bapak Nadus,”tuding Gabriel.

Ia lalu kembali menegaskan akan melapor balik Alowisius dan Luciana bila mereka menuding Aiptu Bernadus ada membawa parang di malam kejadian itu.

Dalam keterangannya selama hampir sepuluh menit itu, Gabriel lalu kembali bercerita soal dugaan penyalahgunaan Dana Desa Masnana dan bantahan Bernadus atas laporan kades Masnana.

Namun yang tidak terduga, Gabriel tidak hanya berbicara untuk membela Aiptu Bernadus, ia menyerempet mengkritik dan mengecam  kinerja Tipikor Polres Pulau Buru.

Sesumbar Gabriel, kalau yang dilontarkan Aiptu Bernadus saat datang mengamuk di malam kejadian itu, soal tanda tangan palsu dll, konon adalah sesuai hasil pemeriksaan Tipikor.

“Katong minta, sudah 95 persen Kepala Desa  sudah bersalah, kenapa tidak dijadikan tersangka,”Soalkan Gabriel.

“Bukti-bukti Tipikor sudah periksa fisik.Semua fotonya ada, kok belum-belum lagi,”permasalahkan Gabriel.

Walau getol mengkritik Tipikor, ternyata Gabriel sudah berada di Namlea ini mengaku belum pernah menanyakan ke Tipikor Polres.”Nanti Katong akan tanyakan siang ini,”imbuh Gabriel yang mengaku ada berada di ruang seberang dari ruang Tipikor di Polres Pulau Buru.

Media dan wartawan juga tidak luput dari kritikannya.”Begini pak, beta hanya mau jelaskan soal  bapa Nadus saja yang terkait dengan parang ini . Yang beta rasa lucu bagini, kepala desa yang sudah terang-terang korupsi kenapa dia belum jadi tersangka. Sedangkan yang dong buat  bapa Nadus, hanya fitnah, kok bisa kayak begini? Hukum ini seperti apa? Kalau bapak mau muat berita, tolong muat yang batul-batul,”nyerocos Gabriel. (BB-DUL)