Bentrok Warga Sawai – Rumaholat Terkendali, Bupati Malteng Minta Warga Menahan Diri

BERITABETA.COM, Ambon – Bentrok antar warga yang melibatkan warga Negeri Sawai dan Rumaholat, Kecamatan Seram Utara Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) berhasil dikendalikan aparat keamanan.
Kepastian ini disampaikan Bupati Malteng, Zulkarnain Awat Amir lewat video singkat yang diterima redaksi beritabeta.com, Kamis malam (4/4/2025).
Dalam video yang berdurasi 0,42 detik itu, Zulkarnain juga menghimbau kepada masyarakat terutama kepada pihak-pihak yang bertikai agar tetap bisa menahan diri, bahu membahu mendinginkan keadaan.
"Katong (kita) samua basudara (saudara), seng ada yang diuntungkan dari konflik, sampe jua," pinta Bupati Malteng.
Saat ini Bupati Malteng masih berada di Seram Utara bersama dengan Kapolres Malteng dan Komandan POM untuk terus memantau situasi pasca bentrok.
Sebelumnya, Bupati juga telah melakukan pertemuan dengan para raja, tokoh adat dan para pemuda di Negeri Sawai.
Dalam kesempatan itu Bupati Zulkarnain menyerukan untuk tetap menjaga perdamaian.
Langkah cepat Bupati tersebut agar bisa meredam potensi konflik yang berkepanjangan.
Seperti dilaporkan sebelumnya, bentrok antar warga ini pecah, Kamis (3/4/2025).
Ketegangan kedua kelompok warga mulai terjadi sekitar pukul 09.30 WIT setelah seorang sopir asal Desa Rumaholat dianiaya saat melintas di ruas jalan Sawai.
Buntut dari penganiayaan itu, warga Rumaholat yang marah menebang tanaman umur panjang milik warga Sawai di perbatasan desa.
Warga Sawai yang mengetahui itu beramai-ramai menuju perbatasan desa. Bentrokan tidak terhindarkan saat dua kelompok warga bertemu di perbatasan desa.
Akibat pertikaian itu, anggota polisi bernama Bripka Husni Abdullah yang berada di lokasi untuk meredam bentrokan tewas tertembak. Peluru menerjang kepala Panit Intel Polsek Wahai itu. Empat warga lainnya juga dilaporkan luka tertembak senapan angin.
Sejumlah rumah warga dilaporkan dibakar saat bentrokan pecah. Aparat kepolisian dan TNI telah dikerahkan di lokasi untuk meredam bentrokan (*)
Pewarta : Edha Sanaky