Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua saat memberikan sambutan pada  acara pengukuhan Raja Adat Negeri Makariki, Kecamatan Amahai, Selasa (30/03/2021).
Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua saat memberikan sambutan pada acara pengukuhan Raja Adat Negeri Makariki, Kecamatan Amahai, Selasa (30/03/2021).

BERITABETA.COM, Masohi -  Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua menghadiri pengukuhan Raja Adat Negeri Makariki, Kecamatan Amahai, Selasa (30/03/2021).

Pengukuhan dan pelantikan Weynbert L. Wattimena sebagai Upu Latu Inta Siwalete Maatita melalui serangkaian prosesi adat dan berlangsung di Baileo Rima Wael Lekutu, Negeri Makariki.

Weynbert Wattimena sebelumnya telah dilantik Bupati Maluku Tengah sebagai Kepala Pemerintahan Negeri Makriki pada Sabtu (20/03/2021) di Baileo Ir. Soekarno Masohi. Namun untuk mendapatkan gelar Raja sesuai Peraturan Daerah Nomor 01 Tahun 2006 Tentang Negeri, maka proses pengukuhan secara adat perlu dilakukan.

Bupati Maluku Tengah, Tuasika Abua dalam sambutannya mengatakan acara pengukuhan ini merupakan wujud nyata pelestarian tatanan adat dalam melahirkan figur seorang pemimpin di Negeri Makariki, sekaligus meneguhkan eksistensi Negeri Makariki sebagai salah satu Negeri adat di Kabupaten Maluku Tengah.

Bupati Tuasikal dalam amanatnya, berharap adanya kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap pengukuhan Raja secara adat ini. Terutama diharapkan warisan adat dalam pemerintahan lokal yang dipelihara secara turun temurun nantinya dapat berfungsi merawat identitas adat dan sosial budaya di Negeri.

Selain itu, warisan adat ini juga diharapkan dapat melahirkan anak-anak negeri yang memahami dan menghargai sejarah asal usul, dan adat istiadat yang masih hidup dan diakui oleh Negara.

“Saya berharap masyarakat adat Negeri Makariki terus menjaga dan melastarikan warisan leluhur dan tradisi adat yang ada di Negeri demi mencapai keharmonisan, kearifan lokal, kedamaian dan kesejahteraan masyarakat,”ungkap Tuasikal.

Terkait tugas dan tanggung jawab selaku penanggungjawab penyelenggaraan pemerintahan di negeri, Tuasikal juga mengingatkan Kepala Pemerintah Negeri, agar selalu mengutamakan kepentingan masyarakat. Benar-benar dijalankan dengan tulus dan dilandasi niat baik untuk memajukan masyarakat dan negeri ini, dengan tetap berpedoman pada pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Atas prosesi yang berlangsung ini,  Tuasikal juga memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Pemerintah Negeri dan seluruh masyarakat Negeri Makariki atas pelaksanaan pengukuhan adat.

“Kecintaan dan kepedulian masyarakat yang dilakukan melalui tradisi pengukuhan adat Raja disaat ini sebagai suatu prosesi identitas tradisonal dalam upaya untuk melestarikan tradisi adat dan hukum adat yang berlaku di negeri ini,”tutur Tuasikal.

Turut hadir dalam acara pengukuhan adat tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Maluku Tengah, Ny. Ru’ati Amien Tuasikal, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Malteng.

Selain itu pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Malteng,  para pimpinan OPD lingkup Kabupaten Malteng, Kepala Kecamatan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Amahai, para Kepala Pemerintah Negeri dan Saniri Negeri, serta tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, seluruh masyarakat Negeri Makariki, pela-gandong Negeri Makariki (BB-ES)