BERITABETA.COM, Bula — Berhasil meraih dua kursi di DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur [SBT] pada Pemilihan Umum [Pemilu] 2019 lalu menjadi penyemangat bagi Partai Hati Nurani Rakyat [Hanura] untuk mengejar prestasi.

Partai Hati Nurani Rakyat [Hanura] menargetkan akan meraih fraksi utuh atau tiga kursi di DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur [SBT] pada Pemilihan Umum [Pemilu] 2024 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Daerah [DPD] Partai Hanura Maluku Achmad Ohorella kepada beritabeta.com di kawasan jalan Protokol Kota Bula, Rabu (24/8/2022).

Ohorella mengungkapkan, target partai besutan Oesman Sapta Odang [Oso] itu bukan muluk-muluk, namun diikuti dengan kerja-kerja Partai Politik [Parpol] yang masif dan terstruktur di kabupaten bertajuk 'Ita Wotu Nusa' itu.

"Kita punya Daerah Pemilihan [Dapil] SBT kemarin itu bahasa kasarnya takikis-takikis sedikit saja. Kedepan itu target tiga Dapil harus terisi," ungkap Achmad Ohorella.

Mantan Anggota DPRD Kota Ambon dua periode ini membeberkan, dalam sejarah berpolitikan di SBT, Partai Hanura pernah menorehkan prestasi dengan menduduki jabatan ketua DPRD pada periode 2009-2014.

Dia sangat optimis, pimpinan DPRD yang pernah dicapai Dewan Pengurus Cabang [DPC] Partai Hanura SBT ini harus direbut kembali, paling tidak mendapatkan posisi wakil ketua DPRD.

"Tadi malam saya rapat dengan teman-teman DPC melibatkan teman-teman DPRD, kita punya target itu tidak muluk-muluk. Kita ini [Hanura] pernah 2009 jadi Ketua DPRD di SBT, target kita kedepan harus rebut. Kalau bukan ketua DPRD, minimal Wakil Ketua DPRD," bebernya.

Mantan Pengurus Badan Koordinasi [Badko] Himpunan Mahasiswa Islam [HMI] Maluku-Maluku Utara ini mengaku, Road Show yang dilakukan pihaknya bersama rombongan ke SBT ini untuk memulai konsulidasi internal di daerah itu.

Targetnya kata dia, untuk memastikan semua infrastruktur partai dan kesiapan DPC dalam menghadapi verifikasi faktual.

"Ini awal dari proses yang kita lakukan pasca dilakukannya Musyawarah Daerah Luar Biasa [Musdalub] yang digelar 21 Maret 2022, kemudian saya di-SK-kan pada 11 April 2022. Ini bagian dari konsulidasi menghadapi verifikasi faktual," akuinya. (*)

Pewarta : Azis Zubaedi