Pertemuan bersama Komisi II DPRD Malra bersama pimpian TNI-Polri dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Malra yang berlangsung di Aula Kodim 1503 Tual, Jln. Proklamasi, Kelurahan Ohoijang – Watdek, Selasa (14/7/2020).
Pertemuan bersama Komisi II DPRD Malra bersama pimpian TNI-Polri dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Malra yang berlangsung di Aula Kodim 1503 Tual, Jln. Proklamasi, Kelurahan Ohoijang – Watdek, Selasa (14/7/2020).

BERITABETA.COM, Ambon – Penyebaran Covid-19 di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) menjadi perhatian sejumlah pihak. Kedua daerah itu kini mulai memasuki klaster kedua penyebaran Covid-19, sehingga ditetapkan sebagai zona orange.

Sesuai data dari Gugus Tugas Penanganan Pencegahan Covid-19 Provinsi Maluku, kasus terkonfirmasi Covid-19 di kota Tual kini mencapai 14 kasus, sedangkan di Kabupaten Malra sebanyak 19 kasus.

Menyikapi hal ini, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Lucky Wattimury meminta  masyarakat di kedua daerah itu untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

“Dengan memperhatikan fakta-fakta  peningkatan  kasus ini, maka masyarakat di luar Ambon sudah harus waspada. Pemda Malra dan Tual, bersama seluruh elemen masyarakat, sudah harus memberikan perhatian yang serius, tetap disiplin mengikuti  anjuran pemerintah,”kata Wattimury dalam keterangan pers yang berlangsung di kantor DPRD Maluku, Karang Panjang, Ambon, Selasa (14/07/2020).

Wattimury mengatakan, jika hal ini tidak ditangani  dengan serius, dikhawatirkan kasus Covid-19 di dua daerah itu akan terus bertambah.

“Sejak awal kami sudah sangat senang karena baik Tual maupun Maluku Tenggara berada di zona hijau, dan itu membanggakan bagi kami. Tetapi data terbaru ini membuat kami khawatir, maka masyarakat harus waspada dan pemda sudah harus memperketat protocol kesehatan,”pintanya.

Sebagai Ketua Tim Pengawasan Covid-19 DPRD Provinsi Maluku, Wattimury menegaskan, akan berkoordinasi dengan Ketua Harian Gugus Tugas Provinsi Maluku, Kasrul Selang agar berkoordinasi dengan Pemda Maluku Tenggara dan Tual untuk mencegah penyebaran.

Untuk daerah lain yang masih zona hijau seperti Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar dan Buru Selatan, Bendahara DPD PDI Perjuangan Maluku  ini  mengingatkan,  dengan penetapan zona tersebut  jangan lalu merasa bebas.  Harus  tetap berhati-hati,  karena Covid-19  bisa datang melalui orang disekitar, atau orang dari luar yang masuk ke wilayah, sehingga harus di waspadai.

“Semua harus tetap menjaga daerahnya, supaya tidak beralih ke zona orange, kuning, merah apalagi hitam. Arus masuk orang harus diperhatikan  dengan baik, aktifitas masyarakat di setiap wilayah kabupaten harus dijaga dengan baik,” harapnya (BB-DIA)