BERITABETA.COM, Ambon – Hujan yang terus mengguyur kota Ambon beberapa pekan ini, mengakibatkan bencana terjadi dimana-mana.

Selasa, 2 Juli 2025 dini hari,   bencana tanah longsor melanda pemukiman warga di kawasan Kampung Baru, Jalan Piere Tendean, RT 005 RW 002, Desa Galala, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Kejadian tragis ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, tiga unit rumah serta beberapa kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan.

Korban jiwa dalam peristiwa ini adalah Ny. Fredrika Luciana Leinussa (80 tahun), seorang pensiunan asal Jakarta yang sedang berada di lokasi kejadian.

Korban ditemukan tertimbun reruntuhan rumah akibat longsoran tanah dan material bangunan.

Menurut kesaksian Feronika Geralni alias Ven (22 tahun) peristiwa terjadi saat ia sedang tidur di lantai dua. Ia terbangun karena mendengar suara gemuruh dan teriakan dari lantai bawah yang menyebutkan bahwa

"Oma tertimpa reruntuhan tembok". Ia dan anggota keluarga lain segera berusaha menolong, namun akses ke kamar korban terhalang reruntuhan dan lemari yang jatuh.

Sementara korban selamat lainnya, Friselter F.D. Tanamal alias Frits (17 tahun), cucu dari almarhumah Fredrika, juga berada di kamar bersama sang nenek dan ibunya, Elvira Leinussa Tanamal (51 tahun), saat kejadian berlangsung.

Frits mengaku ia sempat mencoba menolong neneknya dengan memindahkan puing-puing bangunan, namun usahanya gagal karena beratnya material yang bercampur tanah.

Ia dan ibunya akhirnya menyelamatkan diri dengan keluar melalui ventilasi kamar.

Tim gabungan dari personel Polsek Sirimau, regu Damkar Pemkot Ambon, dan BNPB Kota Ambon tiba di lokasi sekitar pukul 03.40 WIT dan langsung melakukan upaya evakuasi. Pada pukul 07.56 WIT, jasad korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Ambon.