Ilustreasi : e-Voting
Ilustreasi : e-Voting

BERITABETA.COM, Ambon – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon kini tengah menyiapkan sebuah gebrakan baru dalam proses pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak tahun 2021 ini.

Terobosan itu, berupa penerapan teknologi dalam proses pengumutan suara yang akan dilakukan dengan sistem elektronik (e-voting). Terdapat dua dari delapan desa ditambah satu Negeri Adat pada Pilkades serentak di Kota Ambon yang akan menggunakan sistem ini.

Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan Sekretariat Kota Ambon, Emma Waliulu, kepada wartawan di Ambon belum lama ini mengatakan, pelaksanaan Pilkades serentak masih menunggu Peraturan Walikota (Perwali), sebagai dasar hukum pelaksanaannya, sementara itu, dua desa yakni Latta dan Galala, telah ditetapkan sebagai tempat simulasi pelaksanaan e-voting yang berbasis teknologi.

 “Latta dan Galala menjadi pilihan karena jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) di kedua Desa itu paling sedikit jumlahnya dibandingkan dengan desa lainnya dalam pilkades serentak,” kata Emma seperti dikutip dari ambon.go.id.

Menurutnya, dengan menggunakan sistem e-voting proses pemberian suara akan lebih akurat, karena langsung terkoneksi dengan KTP elektronik. Oleh sebab itu, NIK masing – masing pemilih harus sudah ter -validasi pada Dinas Dukcapil Kota Ambon.

“Makanya pemerintah desa akan lakukan sosialisasi ke masyarakat. Aturan 6 bulan menetap harus punya kependudukan baru, tapi ternyata ada yang sudah pindah bertahun – tahun data KTP belum berubah,” ujarnya.

Hal lain yang harus dikoordinasikan sebelum pelaksanaan Pilkades, menurut Kabag, terkait dengan pengadaan alat e-voting itu sendiri, yang hanya diperuntukan untuk maksimal 500 orang pemilih. Karenanya, ia berharap ada kebijakan khsusus, jika kelebihan jumlah pemilih tidak terlalu banyak.

“Masih kita konsultasikan ke Kemendagri, jika kelebihan pemilih tidak terlalu banyak tidak perlu kita pengadaan alat lagi,” ungkapnya.

Emma Waliulu optimis Pilkades serentak dapat terlaksana tahun ini, untuk itu dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat sangat diperlukan.

“Target untuk Pilkades serentak paling lambat bulan September tahun ini, mohon dukungan dari semua masyarakat,” tandasnya.

Selain Desa Galala dan Latta, diketahui keenam desa lainnya yang akan melaksanakan pilkades serentak antara lain; Wayame, Poka, Hunuth, Nania, Waiheru, serta satu negeri adat yakni Hative Kecil (BB-MCA)