Plh Sekretaris Daerah (Sekda) SBT Jafar Kwairumaratu saat membacakan nama-nama pedagang ikan di Pasar Gumumae Bula, Jumat (4/6/2021) (Foto : beritabeta.com)
Plh Sekretaris Daerah (Sekda) SBT Jafar Kwairumaratu saat membacakan nama-nama pedagang ikan di Pasar Gumumae Bula, Jumat (4/6/2021) (Foto : beritabeta.com)

BERITABETA.COM, Bula — Sebanyak 90 pedagang ikan di pasar lama dan pasar baru Kota Bula,  Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) siap menempati gedung Pasar Gumumae Bula yang berlokasi di Pantai Roleks.

Pantauan media ini di Bula, Jumat sore (4/6/2021) terdapat puluhan pedagang ikan dan sayuran mulai mendatangi lokasi pasar Gumumae untuk mengecek nama dan tempat jualan mereka.

Dalam kesempatan itu, rencananya pengelolah pasar akan melakukan pengundian nomor urut bagi para pedagang yang akan menempati los yang tersedia.

Namun ada sejumlah pedagang yang diketahui sudah bertahun-tahun berjualan di Pasar Baru kota Bula namun namanya tidak diakomudir untuk menempati los pada Pasar Gumumae sehingga sempat terjadi keributan.

Menyikapi masalah itu, Plh Sekretaris Daerah (Sekda) SBT Jafar Kwairumaratu langsung turun tangan melakukan kroscek ulang terhadap nama-nama pedagang yang sudah didata pada pekan lalu.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Gumumae Bula Hasbul Titawael yang dikonfirmasi media ini mengungkapkan terdapat 70 pedagang ikan yang berhasil didata untuk menempati los yang tersedia.

Namun dia mengaku, terdapat menambahan 20 pedagang ikan yang tidak terdaftar akan diakomodir untuk mendapatkan los di Pasar Gumumae Bula guna melakukan aktivitas berjualan.

"Ada 70 pedagang namun ada penambahan 20, jadi total pedagang ikan ada 90 yang sudah siap menempati pasar Gumumae" kata Hasbul.

Sementara untuk pedagang sayuran kata Hasbul baru akan dilakukan kroscek nama-nama mereka pada Sabtu besok lalu disusul dengan pedagang pakaian dan sembako.

Pihaknya juga membeberkan, dalam mengantisipasi terjadi penjualan los, Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag) kata Hasbul telah menyiapkan pernyataan yang mengikat bagi pedagang.

"Di sini ada ketentuannya apabila dilanggar berarti ada sanki, kalau sudah ada perjanjian seperti ini masyarakat tidak lagi menjual los" pungkasnya (BB-AZ)