Efektif Menghalau Roket

Satu unit Iron Dome mobile yang diperkuat 60 buah roket dianggap bisa melindungi sebuah kota beukuran sedang. Untuk melindungi semua wilayahnya Israel diyakini memerlukan 13 unit.

Rafael Defense Systems mengklaim sistem buatannya memiliki tingkat keberhasilan 90 persen. Kepala otoritas pertahanan udara, Moshe Patel mengatakan selama sepuluh tahun terakhir, Iron Dome sudah menghancurkan 2400 roket.

"Setiap roket yang dihancurkan  adalah yang mengarah ke pemukiman warga sipil,” tulis Kementerian Pertahanan di situs internetnya.

Menurut keterangan militer Israel, dalam eskalasi teranyar Hamas menembakkan lebih dari 1.000 roket, dengan sekitar 200 di antaranya mendarat di Jalur Gaza. Hujan roket yang dilancarkan dari satu lokasi Jalur Gaza memaksa sistem Iron Dome beroperasi hingga batasan kapasitas. Sebabnya meski efektif, sebagian roket masih berhasil menghujam pemukiman warga.

Salah satu kelemahan terbesar Iron Dome adalah harganya yang mencapai Rp 1,1 miliar per tembakan. Hal ini pula yang membatasai penggunaan sistem yang ikut dikembangkan oleh Amerika Serikat itu.

Proyek Iron Dome

Dikutip wikipedia.org, proyek pembuatan Iron Dome mulai dilirik pada 2004 oleh Israel. Ide Iron Dome mendapat momentum setelah dilantiknya Jenderal Daniel Gold sebagai kepala biro penelitian dan pengembangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Gold adalah pendukung kuat proyek antimisil, bahkan melanggar peraturan kontrak tentara untuk mengamankan pembiayaan. Ia juga membantu membujuk politisi kunci untuk mendukung proyek tersebut.

Ide ini makin mengkuat, menyusul Perang Lebanon Kedua tahun 2006. Sekitar 4.000 roket yang ditembakkan Hizbullah (sebagian besar di antaranya adalah roket Katyusha jarak pendek ) mendarat di Israel utara, termasuk di Haifa, kota terbesar ketiga di negara itu.

Serangan roket menewaskan 44 warga sipil Israel dan menyebabkan sekitar 250.000 warga Israel mengungsi dan pindah ke bagian lain Israel sementara diperkirakan 1 juta orang Israel terkurung di atau dekat tempat perlindungan bom selama konflik.

Di selatan, lebih dari 8.000 proyektil (diperkirakan 4.000 roket dan 4.000 bom mortir) ditembakkan tanpa pandang bulu ke pusat-pusat populasi Israel dari Gaza antara tahun 2000 dan 2008, terutama oleh Hamas.