Secara global komitmen untuk mencegah perubahan iklim harus terus dilakukan dan mulai melakukan tahap implementasi. Indonesia turut berkomitmen untuk berperan aktif dalam pengendalian perubahan iklim dengan target menurunkan emisi sebagai penyebab perubahan iklim. 

“Kondisi Orang Rimba yang sudah terdampak perubahan iklim ini, harusnya mendapat perhatian dari para pemangku kebijakan,” kata Sukmareni Koordinator Divisi Komunikasi KKI Warsi. 

Disebutkannya, dukungan yang paling tepat untuk Orang Rimba saat ini adalah dalam bentuk pengakuan hak dan ruang penghidupan. “Orang Rimba belum mampu untuk bersaing langsung dengan kelompok masyarakat lainnya, hal ini disebabkan karena lemahnya keberadaan Orang Rimba dalam segi politik, sosial dan ekonomi,” kata Reni. 

Untuk itu menurutnya Orang Rimba perlu perlakuan khusus dengan mengalokasikan lahan yang memadai untuk sumber penghidupan.

“Bagi mereka yang tidak lagi punya hutan dan tinggal dalam kondisi tidak layak, seharusnya mereka mendapatkan bantuan, baik dalam penyediaan sarana dan prasarana penunjang kehidupan, maupun layanan untuk mengembangkan kapasitas dan potensi diri,” kata Reni. 

Ketika Orang Rimba sudah punya sumber penghidupan yang layak, barulah bisa dilakukan edukasi untuk edukasi hidup bersih dan sehat, guna peningkatan kesehatan Orang Rimba. 

Ketika sumber ekonomi masih belum mampu untuk dipenuhi secara baik, maka faktor untuk mendorong hidup bersih dan sehat juga masih belum bisa dicapai dengan baik.

“Untuk itu pengakuan ruang hidup dan adanya sumber kehidupan yang bisa diakses orang rimba adalah suatu keharusan yang penting untuk dilakukan,” kata Reni (*)