Anggota Komisi VI DPR RI, Mercy Chriesty Barends, ST saat memberikan penjelasan kepada wartawan usai melakukan kunjungan kerja ke PT PLN (Persero) UIW Maluku dan Maluku Utara di Ambon
Anggota Komisi VI DPR RI, Mercy Chriesty Barends, ST saat memberikan penjelasan kepada wartawan usai melakukan kunjungan kerja ke PT PLN (Persero) UIW Maluku dan Maluku Utara di Ambon, (22/2/2021) (FOTO : BERITABETA.COM)

BERITABETA.COM, Ambon –Target elektrifikasi di Provinsi Maluku hingga kini masih meninggalkan sejumlah kendala, sehingga pencanangan 100 persen target elektrifikasi di Maluku belum dapat dicapai pada tahun 2020 lalu.

Pemerintah Pusat (Pempus) melalui PT. PLN (Persero) kembali menargetkan sebanyak 227 desa di Maluku untuk dialiri listrik,  sehingga masalah kelistrikan di Provinsi Maluku dapat tuntas 100 persen.

Komitmen ini disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI, Mercy Chriesty Barends, ST kepada wartawan usai melakukan kunjungan kerja ke PT PLN (Persero) UIW Maluku dan Maluku Utara di Ambon, (22/2/2021).

Anggota DPR RI Dapil Maluku ini menjelaskan, jumlah desa sebanyak 227 di Maluku yang belum teraliri listrik ini, merupakan sisa daritarget yang ditetapkan pemerintah pada periode sebelumnya.

Dimana saat itu, kata Mercy, target 100 persen elektrifikasi di Maluku adalah memenuhi kebutuhan pasokan listrik di sebanyak 260 desa yang ada di Maluku. Terget ini awalnya, ditetapkan akan terwujud di tahun 2020 lalu. Namun, karena Indonesia terkena dampak pendemi Covid-19, mengakibatkan terjadinya slow down pada sejumlah BUMN termasuk PT.PLN.

“Ini memang dampak yang tidak bisa dihindari. Sehingga dari target 100 persen elektrifikasi di Maluku dengan jumlah desa sebanyak 260 desa itu tidak bisa tuntas, hanya sebanyak 33 desa saja yang bisa dituntaskan masalah listriknya,” tandas Mercy.