Warga Hualoy menyambut malam Lailatul Qadar dengan membaca Alqur’an dalam kegiatan bertemakan ‘Bumi Cinta’ yang dipusatkan di Masjid Zainal Abidin dan Lawataka Negeri Hualoy, Sabtu malam (8/5/2021) (Foto : Istimewa)
Warga Hualoy menyambut malam Lailatul Qadar dengan membaca Alqur’an dalam kegiatan bertemakan ‘Bumi Cinta’ yang dipusatkan di Masjid Zainal Abidin dan Lawataka Negeri Hualoy, Sabtu malam (8/5/2021) (Foto : Istimewa)

BERITABETA.COM, Ambon - Ratusan warga  Negeri Hualoy dan Tomalehu, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menyambut malam Lailatul Qadar, dengan menamatkan sebanyak 1.080 juz Alqur’an, dalam semalam.

Mulai dari anak-anak hingga orang tua membanjiri Masjid, Musholla dan ruas-ruas jalan di kedua negeri. Biasanya warga kedua negeri meyakini, 27 Ramadhan sebagai malam Lailatul Qadar.

Kegiatan bertemakan ‘Bumi Cinta’ ini dikemas dengan seruan me kuposo puru atau mari mengaji. Sejumlah kalangan menilai, kegiatan ini merupakan kali pertama dan baru pernah terjadi di Provinsi Maluku.

Ketua Panitia Penyelenggara, Amran Tubaka kepada media ini, Minggu (9/5/2021) mengatakan, tujuan diadakan kegiatan ini selain menjemput datangnya malam Lailatul Qadar, juga untuk meningkatkan kembali minat baca Alqur’an kepada generasi muda, agar mereka senantiasa mendalami dan memahami pesan-pesan Tuhan.

Dia ungkap, kegiatan ini didukung oleh banyak pihak. Salah satunya adalah Yayasan Insan Cerdas Sejahtera. Selain itu juga, ada teman-teman dari Literasi Alqur’an Kota Ambon, dan Mahasiswa Kulia Kerja Nyata (KKN) Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon di Negeri Hualoy.

Sementara untuk peserta pembaca Alqur’an diantaranya melibatkan masyarakat secara umum, mulai dari santri-santri Taman Pengajian Qur’an (TPQ) hingga Majelis Taklim. Kegiatan utama difokuskan di Masjid Zainal Abidin dan Lawataka Negeri Hualoy.

“Jadi ada beberapa pihak yang turut membantu kami dalam kegiatan ini, seperti Yayasan Insan Cerdas Sejahtera. Mahasiswa KKN Unpatti di Hualoy, juga teman-teman Literasi Alqur’an Kota Ambon turut terlibat dalam hajatan akbar ini,” katanya.

Menurut Tubaka, tema besar dalam kegiatan akbar tersebut adalah 990 juz dengan 33 kali khataman. Namun antusias masyarakat cukup tinggi, sehingga yang tadinya 990 juz meningkat menjadi 1.080 juz. Pembacaan 990 juz ini, kata dia, berlangsung selama 7 jam.

“Iya, jadi kita mulai pada pukul 14.00 WIT. Dari duhur sampai ashar kita menghabiskan 300 juz. Setelah itu kita lanjut lagi dari selesai sholat tarawih atau tepat pukul 22.00 WIT hingga 02.00 dini hari. Jadi kita menghabiskannya selama 7 jam. Kami bersyukur karena dari 990 juz yang ditargetkan, meningkat menjadi 1.080 juz, dengan 36 kali khataman,” terangnya.

Menurutnya, kegiatan mari mengaji ini akan menjadi agenda tahunan di setiap malam ke-27 Ramadhan.

“Ini akan menjadi agenda tahunan,” katanya.