BERITABETA.COM – Kalah telah di leg pertama partai Final Piala AFF 2020 dari Timnas Thailand dengan skor 4 : 0, tidak membuat reputasi skuad asuhan Shin Tae – yong menjadi ambruk.

Malah, kebaradaan Timnas Indonesia yang diawaki para pemain muda itu, dinilai memiliki perkembangan yang cukup signifikan dan akan menjadi masa depan sepak bola Indonesia lebih cemerlang.

Hal ini diungkapkan Legenda timnas Indonesia, Rully Nere seperti dikutip dari bolasport.com. Mantan pemain timnas Indonesia tahun 1980-an itu menilai bahwa penampilan tim asuhan Shin Tae-yong menunjukkan peningkatan.

Para pemain timnas Indonesia,  meski menelan kekalahan dari Thailand, tapi tetap menampilkan yang terbaik karena pada laga ini timnas lebih banyak mengandalkan pemain muda.

“Hasil kalah tidak masalah untuk para pemain timnas Indonesia ini. Sebab Witan Sulaeman dkk akan menjadi pemain masa depan Indonesia untuk beberapa tahun ke depan,” tandas Rully.

Rully mengakui bahwa untuk berharap pada timnas senior itu cukup sulit hingga sekarang karena mereka belum bisa menunjukkan konsistensi setiap tahunnya.

Hal senada juga disampaikan pelatih asal Thailand, Seksan Siripong. Pelatih yang saat ini menangani klub Thailand, Kamphaengphet FC itu bahkan memprediksi para pemain muda Indonesia yang tampil di AFF 2020 ini akan menjadi  pemain menakutkan di masa depan.

“Timnas Indonesia akan menjelema menjadi tim yang sangat menakutkan dalam dua sampai tiga tahun ke depan,”

Alasannya, kata dia, sistem permainan yang diterapkan Pelatih Shin Tae-yong kepada skuad Garuda sudah memenuhi apa yang dibutuhkan dalam sepak bola modern.

Dia takjub melihat performa gemilang Indonesia sepanjang gelaran Piala AFF 2020. Skuad Garuda merupakan salah satu tim paling produktif pada Piala AFF edisi kali ini.

Sejauh ini, Witan Sulaeman dan kolega menyarangkan 18 gol dan kebobolan sebanyak 11 gol. Tangan dingin Shin Tae-yong membawa Indonesia yang materi pemainnya banyak dihuni pemain debutan kompetisi ke partai puncak.

“Saya pikir tim ini akan menakutkan dalan dua atau tiga tahun mendatang karena sepak bola modern saat ini mengandalkan sebuah sistem,” kata Seksan dilansir Siam Sport, Sabtu (1/1/2022).

 “Kini, mereka bergerak maju ke arah yang baik dengan energi pemain mudanya,” sambungnya. Lebih lanjut, Seksan Siripong memberi pendapat perihal kekurangan yang masih perlu dievaluasi Shin Tae-yong.

Menurutnya, para pemain Indonesia masih belum kompak ketika memainkan kombinasi umpan-umpan pendek.

“Indonesia masih memiliki masalah dengan kerja sama tim. Umpan pendek dari kaki ke kaki seringkali tidak akurat,” kata Seksan.

“Meski sudah sering menjalani latihan bersama, mereka belum cukup terampil. Ketika ditekan pada situasi duel satu lawan satu, mereka sering panik, lalu pola permainan mereka kolaps,” katanya (*)

Editor : Redaksi