Personel Polsek Pasanea yang dipimpin oleh Kapolsek Pasanea Iptu Rido Masihin,SH saat mengevakuasi jenazah Anton Salkeri  ke rumah duka di Negeri Latea, Senin (25/1/2021) (FOTO : Istimewa)
Personel Polsek Pasanea yang dipimpin oleh Kapolsek Pasanea Iptu Rido Masihin,SH saat mengevakuasi jenazah Anton Salkeri ke rumah duka di Negeri Latea, Senin (25/1/2021) (FOTO : Istimewa)

BERITABETA.COM, Masohi – Anton Salkeri (67), warga Negeri Latea, Kecamatan Seram Utara Barat (Serut Barat) Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), ditemukan tak bernyawa dengan luka robek dibagian kaki, Senin (25/01/2021)

Korban ditemukan anaknya Yansen Salkeri (26) dalam kondisi mengenaskan di muara kali Yala. Diduga kuat  korban Anton Salkeri tewas kehabisan darah lantaran diterkam buaya.

Informasi yang diperoleh beritabeta.com dari pihak kepolisian menyebutkan, pada hari Minggu  24 Januari 2021 sekitar pukul 13.00 WIT, korban keluar dari rumahnya di Negeri Latea menuju ke walang (rumah kebun) di lokasi Logpon, Perusahaan PT.Djayanti Negeri Latea.

Korban diketahui setiap hari tidur di rumah kebun itu. Apesnya, sekitar pukul 17.00 WIT, Minggu (24/1/2021) saat anaknya Yansen Salkeri mencarinya di kebun dan walang, korban tidak ditemukan.

Setelah dicek, korban tidak berada di rumah kebun,  anak korban langsung kembali ke rumahnya di Negeri Latea.

TKP muara kali Yala, lokasi korban ditemukan anaknya

Keesokan harinya pada pada Senin dini hari sekitar pukul 06.00 WIT, istri korban Yohana Ferdinandus menuju ke rumah kebun dengan tujuan untuk mencari korban, namun korban juga tidak ditemukan. Setelah mencari suaminya, istri korban kemudian kembali ke rumah untuk memberitahukan kepada anak korban Yansen Salkeri.

Sekitar pukul 09.00 WIT, Yansen kembali menuju ke rumah kebun untuk mengecek korban. Hasilnya tetap nihil, korban tetap tidak ditemukan. Yansen kemudian melakukan pencarian sampai ke arah muara kali Yala.

“Saat berada di muara kali, anaknya mendapati tubuh korban dalam keadaan tengkurap. Kondisi korban telah meninggal dunia,” ungkap Kapolsek Serut Barat Iptu Rido Masihin.

Setelah melihat kondisi korban, Yansen kemudian berteriak meminta bantuan kepada mertuanya  Ayong Habibu untuk datang bersama-sama membantu mengevakuasi jenazah korban dari TKP ke rumah kebun.

Sekitar pukul 12.30 WIT masyarakat Negeri Latea dengan dibantu Personel Polsek Pasanea yang dipimpin oleh Kapolsek Pasanea Iptu Rido Masihin,SH membawa jenazah korban ke rumah duka di Negeri Latea untuk disemayamkan.

Dugaan sementara korban meninggal kehabisan darah setelah diterkam buaya, karean beberapa luka robek yang sangat dalam pada bagian kaki  (BB-FA)