BERITABETA.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 7,07 persen pada kuartal II 2021. Capaian ini membuat Indonesia keluar dari perangkap resesi yang telah menjebak sejak kuartal III-2020 lalu. Papua dan Maluku mencatatkan pertumbuhan tertinggi mencapai 8,75%.

"Ekonomi Maluku dan Papua 8,75% secara year-on-year, tetapi kontribusinya 2,41% terhadap PDB," kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers dikutip dari merdeka.com, Kamis, (5/8/2021).

Margo Yuwono mengatakan, keberhasilan lepas dari lubang resesi ini turut didukung pertumbuhan ekonomi positif secara spasial atau di masing-masing wilayah. Pulau Jawa sebagai kontributor terbesar perekonomian nasional tumbuh positif 7,88 persen.

"Jawa itu memberikan kontribusi atau share-nya dalam ekonomi nasional sebesar 57,92 persen, di mana Jawa tumbuh 7,88 persen," ungkap Margo Yuwono.

Pencapaian positif juga terjadi di Pulau Sumatera yang memiliki share 21,73 persen, dengan pertumbuhan ekonomi 5,27 persen. Diikuti Kalimantan dengan share 8,21 persen dan pertumbuhan ekonomi 6,28 persen.

Pertumbuhan ekonomi terkecil terjadi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Meski masih di angka positif, namun Bali dan Nusa Tenggara yang memiliki kontribusi 2,85 persen hanya tumbuh 3,70 persen.

Ekonomi wilayah paling timur Indonesia ini menjadi satu-satunya yang tumbuh positif pada kuartal kedua tahun lalu mencapai 2,36%. Padahal, ekonomi nasional saat itu terkontraksi hingga 5,32%.   

Maluku dan Papua juga berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi 1,44% pada sepanjang tahun lalu di tengah kontraksi ekonomi nasional 2,07%. Ekonomi wilayah ini disumbang oleh aktivitas pertambangan. 

Margo menjelaskan, terdapat sejumlah indikator yang mempengaruhi pertumbuhan signifikan pada pereknomian  kuartal kedua. Hal ini didorong terutama karena adanya kontraksi ekonomi yang cukup dalam pada kuartal kedua tahun lalu.