BERITABETA.COM, Ambon – Gubernur Maluku, Murad Ismail mengajak  masyarakat di daerahnya untuk menjaga ketenteraman di negeri yang bertajuk Bumi Raja-Raja, sehubungan dengan perayaan Hari Raya Waisak 2563 tahun 2019 yang jatuh pada bulan suci Ramadhan 1440 Hijriah.

Hal tersebut disampaikan Murad Ismail dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Halim Daties, pada pembukaan pasar murah Waisak 2563 tahun 2019, berlangsung di pelataran Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku di Ambon, Senin (14/05/19).

“Hari raya Waisak tahun ini bertepatan dengan bulan suci Ramadhan 1440 H. Oleh karena itu, saya mengajak masyarakat, khususnya yang beragama Budha untuk kita sama-sama menjaga kerukunan umat beragama, agar ketenteraman dan hidup kekeluargaan tetap menjadi budaya di Bumi Raja-Raja tercinta ini,” kata Murad Ismail.

Dia mengatakan, kegiatan pasar murah Waisak itu merupakan wujud kepedulian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, dalam upaya pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat menjelang hari-hari besar keagamaan, khususnya untuk warga yang berpenghasilan rendah.

“Melalui kegiatan pasar murah Waisak ini kita mau berbagi dengan sesama, sehingga bazaar ini paling tidak dapat membantu meringankan beban hidup masyarakat,” katanya.

Di sisi lain, dia menambahkan, bazaar Waisak diharapkan dapat menciptakan komunikasi, transaksi dan interaksi yang harmonis dalam menjalin rasa kebersamaan dan sepenanggungan. Dengan begitu, akan mempererat tali persaudaraan sebagai orang Maluku Basudara yang hakiki dan sejati.

Menurut dia, kebersamaan dan persaudaraan yang tulus dan hakiki tersebut akan memberikan kontribusi yang besar bagi Pemprov Maluku.

“Kita tahu bahwa krisis finansial yang sedang melanda dunia sangat berdampak pada perekonomian negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Tentu juga akan berpengaruh ke Provinsi Maluku. Karena itu, Pemprov Maluku berniat dan bertekad untuk menciptakan peluang dan kesempatan agar kegiatan-kegiatan pembangunan terus bergerak dari periode ke periode, menuju masyarakat yang sejahtera, religius, adil dan makmur di Provinsi Seribu Pulau ini,” katanya.

Murad Ismail juga mengatakan, menjelang hari-hari besar keagamaan, stok kebutuhan pokok di Maluku tersedia dalam jumlah cukup. Kondisi tersebut tercipta berkat kerjasama Pemprov Maluku melalui Disperindag setempat dengan pelaku-pelaku usaha di provinsi lain, yakni Surabaya, Manado, dan Makassar yang merupakan sentra-sentra distribusi kebutuhan pokok di Kawasan Timur Indonesia.

Dia berharap, Disperindag Maluku dapat melakukan langkah-langkah koordinasi secara inklusif untuk mengatasi permasalahan kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok yang terjadi saat ini, yakni bawang merah, bawang putih dan cabe rawit.

Sementara terkait stok kebutuhan yang cukup tersedia di pasaran, Murad Ismail berharap agar pelaku-pelaku usaha maupun pihak terkait, tidak melakukan spekulasi yang dapat berdampak pada kenaikan harga.

Bazaar Waisak 2563 terselenggara berkat kerjasama Pemprov Maluku dengan 10 distributor dan ritel modern yang beroperasi di Kota Ambon. Ke-10 pelaku usaha itu antara lain, CV Gema Rejeki, CV Tri Samudra, CV Makmur Abadi, Hypermart MCM, Bulog Divisi Regional Maluku dan Foodmart Ambon Plaza.

Sebelumnya, Kadisperindag Maluku, Elvis Pattiselanno melaporkan bahwa pelaksanaan bazaar Waisak 2563 dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada pelaku usaha di daerah itu untuk menjual kebutuhan pokok dengan harga di bawah standar yang ditetapkan distributor.

Selain itu, keberadaan pasar murah tersebut juga membantu masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.”(Bazaar Waisak 2563 ini) sebagai sarana untuk memperkuat tali silaturahmi antara sesama orang Basudara di Maluku, khususnya di Kota Ambon Manise,” kata Pattiselanno.

Bazaar Waisak 2563 akan berlangsung selama tiga hari, mulai 14 – 16 Mei 2019. Komoditi yang dijual di sana antara lain, telur ayam, gula pasir, tepung terigu, margarin, minyak goreng, susu kental manis, mi instan dan beras. (BB – ENY)