Korban Fahmi Booy terbaring dengan kondisi mata membengkak dan berdarah setelah dievakuasi ke RSUD Namrole untuk mendapatkan perewatan medis
Korban Fahmi Booy terbaring dengan kondisi mata membengkak dan berdarah setelah dievakuasi ke RSUD Namrole untuk mendapatkan perewatan medis

BERITABETA.COM, Namlea -  Nasib malang menimpa seorang pemuda asal Kabupaten Buru Seletan, bernama Fahmi Booy. Matanya bengkak dan mengeluarkan darah akibat dianiaya oknum angota Polisi setempat.

Pelakunya adalah oknum polisi yang bertugas di Polsek Namrole, Yusuf T Larwuy.  Belum diketahui dengan jelas penyebab hingga terjadi insiden itu, namun keluarga dan kerabat korban menjadi panas dengan menuangkan kritikan melalui media sosial Facebook.

Diketahui insiden penganiayaan itu terjadi  di sekitar lapangan olahraga di depan Kantor Bupati Bursel, Desa Kamanglale, Namrole, Kabupaten Buru Selatan, pada pukul 24.00 wit , Jumat malam lalu (26/02/2021).

Kapolres Pulau Buru, AKBP Egia Febry Kusumaatmaja yang dikonfirmasi Sabtu (27/02/2021), membenarkan kejadian itu. Ia mengaku kasusnya sudah ditangani bawahannya.

"Sudah kita tangani pak.Sedang dalam pemeriksaan anggota kita,"singkat Kapolres lewat pesan WhatsApp.

Kapolres Pulau Buru mengaku, anak buahnya Yusuf T Larwuy  telah diamankan di Polsek Namrole.

"Sementara ini anggota yang bersangkutan diamankan di Polsek Namrole guna pemeriksaan Propam Polres Pulau Buru,"tambahkan Paur Humas Polres, Aipda MYS Djamaluddin secara terpisah.

Sampai berita ini dipublish belum diketahui dengan jelas penyebab terjadinya  penganiayaan tersebut. Baik Kapolres maupun Paur Humas belum merinci kronologis kejadiannya.

Keluarga dan kerabat korban Fahmi Booy, berharap agar kasus ini dapat diungkap dengan jelas.