BERITABETA.COM, Bula — Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Fachri Husni Alkatiri secara resmi menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) unauditet tahun 2024 kepada Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi Maluku.

Dokumen LKPD unauditet tahun 2024 ini diserahkan kepada Kepala Bidang Pemeriksaan Maluku I, Warsaya di Auditorium Kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Maluku yang berlokasi di Jn. Laksdya Leo Wattimena, Negeri Lama, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Senin (24/3/2025).

Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri dihubungi beritabeta.com melalui panggilan WhatsApp mengungkapkan, tadi telah dilakukan penyerahan LKPD SBT tahun 2024.

"Di BPK itu penyerahan laporan keuangan 2024. Laporan ini baru kita serahkan tadi," ungkap Fachri Husni Alkatiri.

Fachri menerangkan, secara aturan laporan keuangan tahun tertentu itu, (tahun kemarin misalkan) diserahkan tiga bulan setelah akhir tahun, sehingga tepatnya di akhir Maret 2025 ini harus diserahkan.

Ia mengaku, jajarannya telah menyiapkan dokumen LKPD ini dengan cukup baik untuk diserahkan sambil menunggu hasilnya.

"Teman-teman sudah menyiapkan laporan dengan cukup baik nanti kita lihat. Secara aturan memang laporan keuangan tahun tertentu itu, tahun kemarin misalkan diserahkan tiga bulan setelah akhir tahun, dan tepatnya di akhir maret ini," terangnya.

Dia membeberkan, setelah tahapan penyerahan ini, pada April 2025 mendatang BPK akan berkunjung ke kabupaten bertajuk 'Ita Wotu Nusa' itu untuk memastikan kembali laporan tersebut.

"Detelah ini BPK akan turun kembali untuk melakukan beberapa pemeriksaan terkait laporan dimaksud, sekitar bulan April," bebernya.

Mantan Anggota DPRD Maluku dua periode ini berharap, opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) pada tahun 2024 lalu bisa meningkat menjadi opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada tahun 2025 ini.

Jika tidak memungkinkan kata dia, jangan sampai turun level hingga Opini Tidak Wajar (Adverse Opinion), Opini Tidak Menyatakan Pendapat (Disclaimer of Opinion) atau pun Opini Penolakan (Disclaimer Opinion).

"Opini kita terakhir itu kan WDP, saya berharap mudah-mudahan kita bisa mencapai WTP. Tapi kalau pun belum, jangan sampai turunlah," harapnya. (*)

Pewarta : Azis Zubaedi