Panorama indah pantai Hukurila, Kota Ambon
Panorama indah pantai Hukurila, Kota Ambon

BERITABETA, Ambon – Sebuah program anyar diluncurkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.  Program yang diberi nama Desa Wisata Bahari Berkelanjutan (Dewi Bulan) ini digagas oleh tujuh aparatur sipil negara (ASN) asal Provinsi Maluku dan Maluku Utara (Malut) yang dipusatkan di Negeri Hukurila, Kecamatan Leitimur Selatan, Sabtu, (17/11/2018).

Peluncuran dilakukan oleh Gubernur Maluku Said Assagaff bersama Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy serta tujuh peserta Diklat Reform Leader Academy (RLA) Angkatan XV/2018 asal Maluku dan Malut.

Program ‘Dewi Bulan’ Negeri Hukurila digagas sebagai proyek percontohan untuk Kota Ambon dan Maluku.

Gubernur Said Assagaf mengapresiasi program yang diinisiasi oleh tujuh aparatur sipil negara (ASN) asal Provinsi Maluku dan Malut sebagai salah satu terobosan bernilai positif untuk pengembangan pariwisata sebagai sektor unggulan prioritas di Maluku.

“Saya berterima kasih dan memberikan apreasiasi yang tinggi kepada tujuh ASN asal Maluku dan Malut yang telah menginisiasi dan menggagas program bernilai positif ini, apalagi setelah melihat langsung realisasi di lapangan Negeri Hukurila benar-benar berubah menjadi salah satu negeri wisata unggulan yang menjanjikan masa depan masyarakatnya,” katanya.

Dia menegaskan, program Dewi Bulan di Negeri Hukurila akan diduplikasi dan diterapkan di negeri dan desa wisata lainnya di 11 kabupaten-kota di Maluku, karena sangat bernilai positif sekaligus mempersiapkan masyarakat yang sadar wisata.

“Geografis Maluku yang merupakan provinsi kepulauan dengan 1.340 buah pulau membuat daerah ini kaya akan berbagai potensi wisata baik bahari, budaya maupun sejarah. Karena itu program Dewi Bulan sebagai pilot proyek perlu diduplikasi dan diterapkan di berbagai Negeri dan Desa sehingga pariwisata menjadi sektor unggulan berbasis masyarakat,” sekaligus menjadi sektor unggulan peningkatan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang,” katanya.

Pengembangan sektor pariwisata di Maluku sejauh ini, kata Gubernur, hanya baru mampu mencatatkan dua event pariwisata masuk dalam kalender pariwisata nasional di bawah kementerian Pwriwisata yakni yakni Pesta Teluk Ambon dan pesta Budaya Banda.

“Karena itu saya minta Kadis Pariwisata Maluku, Habiba Saimima untuk mengupayakan pengembangan pariwisata Negeri Hukurila masuk dalam kalender nasional, mengingat dampaknya sudah terlihat dan dapat dirasakan secara luas saat ini,” katanya.

Selain itu Negeri Hukurila juga kaya berbagai objek wisata unggulan, di antaranya, objek wisata pantai berpasir putih yang sudah tertata dengan baik layaknya objek wisata unggulan dilengkapi dengan “homestay” dan “diving center”, serta terumbu karang yang masih alami dan subur.

Hukurila juga memiliki objek wisata lain yakni air terjun, lokasi wisata sejarah dan adat serta goa bawah laut dengan sejumlah pintu dihiasi aneka jenis terumbu karang subur, dan spesis laut yang langka seperti Ambonese scorpionfish, Lion fish, Schooling fish, ikan Badut atau ikan nemo, serta siput laut.

Hal senada juga disampaikan Walikota  Ambon Richard Louhenapessy. Walikota mengatakan, apresiasi yang tinggi kepada tim RLA Maluku-Malut karena menetapkan Negeri Hutumuri sebagai proyek percontohan ‘Dewi Bulan’, yang akan direplikasi ke desa-desa wisata lain di Kota Ambon dan seluruh Maluku, khususnya pariwisata bahari, sekaligus mendukung Visit Ambon 2020.

“Wajar saja jika Hukurila ditetapkan sebagai proyek percontohan Dewi Bulan karena merupakan salah satu negeri di Kota Ambon yang memiliki objek wisata pantai indah. Program ini juga akan mencatatkan Negeri Hukurila sebagai lokasi wisata bahari unggulan di masa mendatang,” katanya.

Sebelumnya Tim RLA melakukan beberapa rangkaian kegiatan, antara lain, peningkatan mutu SDM masyarakat Negeri Hukurila melalui beberapa pelatihan, diskusi kelompok terpumpun mengeni potensi wisata menonton paus biru di Laut Banda.

Selain itu, RLA goes to Campus, RLA On Air di RRI Ambon Pro 1 FM, sosialisasi dan edukasi pelestarian lingkungan dan bersih pantai, mempromosikan pariwisata Hukurila dan homestay yang tersedia melalui media sosial, media dalam jaringan dan agen travel daring.

Menggagas peraturan Gubernur Maluku tentang pedoman desa wisata bahari berkelanjutan, mengoordinasikan penerbitan SK Walikota tentang penetapan Hukurila sebagai desa wisata bahari berkelanjutan serta kampanye dan publikasinya. (BB-DIO)