BERITABETA.COM, Ambon –  Keberadaan dua perusahaan asing, PT. Citic Seram Energy Limited dan Kalrez Petroleum (seram) Ltd yang mengeksploitasi sumber minyak bumi pada Blok Bula dan Blok Non Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku  dinilai tidak membawa dampak positif yang dignifikan bagi masyarakat Maluku, khususnya di daerah penghasil.

Menyikapi hal ini, Badan Koordinasi (BADKO) HMI Maluku-Maluku Utara meminta Gubernur Maluku Irjen Pol (Purn) Drs. Murad Ismail agar dapat bersikap tegas untuk mengevaluasi keberadaan kedua perusahaan ini.

“Kami minta guburnur jangan “loyo” hadapi Citic dan Kelrez, menyusul adanya agenda pertemuan yang akan dihelat antara gubernur dengan pimpinan kedua perusahaan ini pada Oktober mendatang,” kata Ketua  Umum BADKO HMI Maluku-Maluku Utara Firdaus Arey melalui rilisnya yang diterima beritabeta.com, Selasa malam (3/9/2019).

Kawasan operasi dan produksi perusahaan PT. Citic Seram Energy Limited yang berlokasi di Desa Tansi Ambon, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur

Menurut Arey, PT. Citic Seram Energy Limited dan Kalrez Petroleum (seram) Ltd telah beroperasi selama 30 tahun di Maluku. Lewat Kontrak Karya yang dipegang oleh PT. Citic Seram Energy Limited sejak tahun 1989, dan Kontrak Karya Khusus yang dipegang oleh  Kalrez Petroleum (seram) Ltd.

Selanjutnya, kata Arey, pada Oktober 2019 mendatang,  kontrak kedua perusahaan ini telah berakhir. Untuk itu,  harapan publik Maluku, khususnya di Kabupaten SBT, agar keberadaan kedua perusahaan ini dapat dilakukan evaluasi jangka panjang.

“Kita berharap pemanfaatan sumber daya alam berupa  minyak bumi yang dikelolah selama ini  di Maluku dapat ditangani oleh Badan Usaha Milik Daerah sehingga ada multiplier effectbagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tandas Arey.

Alasan lainnya, kata Arey, dua perusahaan tersebut telah diperpanjang masa kontraknya selama 20 tahun oleh Kementerian Energi Sumber daya Mineral Republik Indonesia (ESDM RI) lewat Satuan Kerja Khusus (SKK MIGAS).

Olehnya itu, tambahnya, lewat kepemimpinan Gubernur Maluku yang  baru ini,  pihaknya berharap keberadaan perusahaan minyak di Maluku dapat membawa perubahan bagi masyarakat agar lepas dari tirani kemiskinan.

“Kita ingin Pak Gubernur membuktikan pernyataan yang pernah disampaikan saat dilantik beberapa waktu lalu di Istana Negara oleh Presiden Jokowi itu. Sebab ini kesempatan kita lewat  kepemimpinan beliau untuk  membawa Maluku bangkit dari realitas yang ada,” beber Arey.

Arey menambahkan, dari informasi yang diperoleh, direncanakan setelah nantinya mendapat restu dari Negara untuk terus melakukan operasi pada Blok Bula dan Blok Non Bula, dalam waktu dekat ini, pihak Citic dan Kalrez akan melakukan pertemuan dengan Gubernur Maluku dan stekholder di daerah ini.

“Kita titipkan hal ini, bila nantinya kedua perushaan ini kembali beroperasi maka harus ada langkah-langkah prioritas yang dilakukan.  Antaranya, rekrutmen tenaga kerja lokal, transparansi hasil produksi, peningkatan pendapatan asli daerah, memperhatikan pembukaan kawasan operasi yang baru dan menjaga kelestarian lingkungan pada lokasi kegiatan pertambangan,” tegasnya.

Langkah-langkah ini, tambahnya, sangat penting dilakukan dan  kiranya perlu secara tegas menjadi komitmen Gubernur Maluku dengan dua perusahan tersebut. (BB-DIO)