BERITABETA.COM, Ambon – Warga di Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah kesal dengan sikap pemerintah yang selama ini tidak memperhatikan kerusakan jalan yang terjadi di ruas jalan Saparua – Haria.

Kerusakan jalan itu makin parah dengan timbulnya sejumlah lubang yang membuat genangan air di musim hujan. Protes warga ini, kemudian diluapkan dengan menaruh bibit kelapa pada lubang yang ada di tengah jalan.

Potret kerusakan jalan ini menjadi cibiran warganet, karena kondisi itu sudah terjadi sejak lama.

Leo Maelissa, salah satu warga Batu Bakar, Desa Tiow, yang dikonfirmasi beritabeta.com mengaku kerusakan jalan itu sudah sering dikeluhkan warga pengguna jalan di Kecamatan Saparua.

Pasalnya, kata Leo kondisinya makin parah dan juga berbahaya kepada pengendara sepada motor.

“Jalan itu diaspal sejak masa pemerintahan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu. Dan sampai sekarang tidak lagi dilakukan perbaikan. Jadi usianya sudah 20 tahun lebih,” kata Leo kepada beritabeta.com melalui saluran telpon, Kamis (14/9/2023).

Menurut Leo, kondisi seperti ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika pemerintah daerah lebih peka dengan melihat kondisi infratruktur vital yang sudah rusak dan harus diperbaiki. Apalagi, ini terjadi di Saparua, pulau yang memiliki arti penting bagi Maluku dari sisi historis dan lainnya.

“Kami warga disini mendukung, jika ada protes warga dengan menanam pisang atau menaruh bibit kelapa seperti ini. Artinya sudah habis kesabaran warga melihat kondisi jalan yang makin parah ini,” pungkasnya.

Sementara di media social Facebook, tampilan gambar kerusakan jalan ini malah menjadi bahan gunjingan warganet. Sejumlah netizen bahkan mengusulkan agar bukan saja bibit kepala yang ditaruh di jalan berlubang itu.

“Lebih bagus piara ikan gabus. Kecamatan tertua yang melahirkan pahlawan lagi tapi tidak ada perhatian sadiki lai,” tulis akun Boy V Owen.

“Selama ini pemerintah tutup mata terhadap masalah ini. Lucunya ada wakil rakyat yang berasal dari Dapil setempat, seakan-akan tidak peduli terhadap masalah jalan tersebut. Banyak penjabat yang berasal dari Saparua ‘su mati rasa bapa eee,” sambung akun Norina Marantika – Rehatta.

Untuk diketahui, ruas jalan ini menjadi akses satu-satunya pintu masuk ke Kota Saparua. Setiap saat ada ratusan warga melintasi jalan ini, karena menjadi akses menuju pelabuhan kapal di negeri Haria (*)

Editor  : Redaksi