Sekda Maluku Kasrul selang didampingi Kepala BPSDM Provinsi Maluku Hadi Sulaiman saat membuka kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan II Tahun 2021,  di Aula lantai II, BPSDM Provinsi Maluku, Senin (5/4/2021). (Foto : Humas Maluku)
Sekda Maluku Kasrul selang didampingi Kepala BPSDM Provinsi Maluku Hadi Sulaiman saat membuka kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan II Tahun 2021, di Aula lantai II, BPSDM Provinsi Maluku, Senin (5/4/2021). (Foto : Humas Maluku)

BERITABETA.COM, Ambon - Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Kasrul Selang mengungkapkan, salah satu rencana kebijakan Pemerintah Pusat saat ini adalah melakukan pemangkasan beberapa jabatan administrasi.

Kebijakan ini berakibat adanya perubahan jabatan yang dialihkan ke jabatan fungsional, sehingga ruang lingkup jabatan yang akan disetarakan adalah jabatan administrator pengawas dan pelaksana.

“Kebijakan ini disebabkan pengaruh oleh revolusi teknologi 4.0 atau sistem teknologi digital. Oleh karena itu, kompetensi yang dibutuhkan saat ini bukan hanya yang piawai dalam hal teknis tetapi juga yang memiliki kompetensi soft skill,” ungkap Kasrul Selang saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan II Tahun 2021, Senin (5/4/2021).

Dikatakan, perubahan ini membutuhkan penyesuaian dalam pengelolaan manajemen kepegawaian yang berbeda, karena adanya proses pengelolaan organisasi pemerintahan dari basis struktural menjadi fungsional.

"Ini juga akan berpengaruh bagi kepemimpinan jabatan pimpinan tinggi pratama, untuk dapat melakukan supervisi dan pembagian tugas langsung kepada individu," kata Sekda.

Menurut Sekda, untuk menampilkan kinerja organisasi yang memuaskan, saat ini diperlukan perubahan organisasi yang bersifat strategis. Sebab, organisasi yang ingin meningkatkan produktivitas dan efektifitasnya, pada akhirnya akan menghadapi berbagai masalah di masa depan.

“Hal ini memerlukan cara berpikir dan bertindak yang inovatif," jelasnya.

Sekda mengatakan, sosok pejabat administrator yang dapat memainkan peran tersebut, adalah pejabat yang telah memenuhi kriteria kepemimpinan, manajemen kinerja sehingga cepat atau lambatnya peningkatan kinerja organisasi, akan ditentukan kualitas manajemen kinerja yang dilakukan pejabat administrator.

"Atas dasar itulah, pelatihan yang dilakukan saat ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi peserta dalam rangka memenuhi standar kompetensi manajerial, jabatan administrator dengan sasaran adalah terwujudnya kompetensi kepemimpinan, manajemen kinerja bagi pejabat administrator dalam melaksanakan tugas jabatannya," beber Sekda.

Kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan II Tahun 2021 ini diikuti peserta dari Pemkab Maluku Tenggara, Seram Bagian Timur, Buru Selatan, Halmahera Barat, Kota Tual dan KPU Papua Barat (BB-DIO)