BERITABETA.COM, Ambon – Meski telah memutuskan untuk berhenti berkiprah di panggung politik, namun Anggota Fraksi PKB DPR RI, Rohani Vanath tetap berkomitmen untuk membesarkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Maluku.

Komitmen ini akan ditunjukkan pada proses pemilihan legislatif (Pileg) tahun 2019 mendatang, dengan ikut berjuang untuk mempertahankan kursi PKB daerah pemilihan (Dapil) Maluku ke Senayan.

“Sebagai prajurit partai saya tetap pada komitmen dan berkewajiban untuk memperjuangkan 1 kursi PKB dari Maluku ke Senayan. Jadi mari bertarung degan elegan di Pemilu mendatang,” kata Rohani Vanath kepada beritabeta.com saat dikonfirmasi tentang sikapnya di Pemilu 2019, Senin (10/12/2018).

Wakil Maluku di Senayan yang kini duduk di Komisi II DPR RI mengatakan, komitmen untuk ikut membesarkan PKB di Maluku juga sudah disampaikan ke pihak DPP PKB sebelumnya. Meski dirinya tidak tampil lagi sebagai caleg PKB di Pemilu mendatang, tapi bentuk terima kasih dan penghargaan kepada partai, komitmen ini akan tetap dijalankan.

“Saya tetap berharap pengganti saya yang akan bertarung nanti bisa lolos ke Senayan. Tentunya, setiap caleg PKB wajib pula berakselerasi dengan pemilih, karena kuncinya harus dekat dengan rakyat, menangkan hati rakyat sebagaimana yang pernah saya lakukan,” pintanya.

Rohani menegaskan, setiap politisi harus memiliki rasa optimis dan kedepan PKB Maluku harus tetap eksis untuk hadir memperjuangkan amanah rakyat Maluku di Senayan.“Masih banyak yang harus dilakukan kedepan, makanya saya tetap berharap kedepan ada pengganti saya di DPR RI untuk tetap mengawal semua itu,” ungkapnya.

Ditanyai tentang sikap dan keputusannya hengkang dari dunia politik, apakah terkait dengan kekalahan di Pilkada Maluku yang melibatkan suaminya Abdullah Vanath yang ikut bertarung pada moment itu, Rohani Vanath menampik semua itu.

“Sama sekali tidak ada hubungan keputusan saya dengan kekalahan di Pilkada Maluku. Keputusan ini murni dilandasi dengan pertimbangan pengabdian sebagai seorang ibu bagi keluarga,” tegasnya.

Selain itu, keputusan untuk tidak lagi tampil di pileg 2019, merupakan keputusan yang sudah diambil lebih awal dan jauh sebelum Pilkada Maluku digelar. Intinya, dalam hal apapun jika kepentingan itu dihadapkan dengan kepentingan keluarga, maka semua akan gugur dengan sendirinya.

Bersama suami Abdullah Vanath yang kini merintis perkebunan pala dengan jumlah populasi mencapai 80 ribu pohon. Separuh dari jumlah itu sudah berproduksi (foto : beritabeta.com)

“Pelatih saya adalah suami saya. Dan saya diajarkan tentang politik itu bukan baru saat ini. Bagi kami seorang politisi adalah pejuang, makanya kami sering memaknai seorang pendekar politik itu mati berkali-kali,”tandasnya.

Menurutnya, seorang politisi sejati tidak akan membiarkan dirinya larut dalam kekalahan. Karena itu politisi harus selalu siap mental, punya nyali 1000 bahkan lebih dan yang lebih utama tidak egois, mau bertarung tapi tidak mau kalah. “Tidak mau terima kalah ya jangan mau dong main di ranah politik,” timpalnya.

Lebih jauh tentang peluang PKB kembali merebut kursi DPR RI di Pemilu mendatang, ibu empat anak ini menyebutkan, semua parpol memiliki peluang yang sama. Hanya saja, tergantung kerja dan strategi caleg yang akan ikut bertarung.

“PKB juga memiliki peluang yang sama seperti di periode lalu. Namun, tentunya namanya hasil tidak pernah akan menghiyanati proses. Untuk itu mari bertarung dengan elegan, saya siap membantu partai, tapi penentuan itu ada pada caleg yang bertarung,” singkatnya.

Seperti diketahui, di Pemilu 2014 silam, Rohani Vanath yang tampil sebagai caleg PKB Maluku lolos ke Senayan, dengan memiliki lumbung suara di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Di kabupaten berjuluk Ita Wotu Nusa itu, Rohani berhasil menyabet sebanyak 49.000-an suara dari lebih 72.000 suara sah di SBT. Selain di Kabupaten SBT, srikandi PKB ini juga memiliki kantong suara yang menyebar di sejumlah daerah Maluku.

Hasil ini membuat perolehan suara Rohani Vanath pada rekapitulasi suara di pleno KPU Maluku mencapai 93.800 suara, sehingga merupakan salah satu dari empat kuota kursi Maluku ke Senayan periode 2014 – 2019 silam.

Berdasarkan rapat pleno rekapitulasi perolehan suara KPU Maluku pada 8 April 2014 menetapkan Ny.Rohani lolos ke Senayan bersama Mercy Ch. Barends (PDIP), Edison Betaubun (Partai Golkar) dan Amri Tuasikal (Partai Gerindra).

Kini diakhir masa baktinya yang tinggal beberapa bulan kedepan, ibu dari Sidik ini memastikan kedepan akan lebih fokus untuk membangun usaha keluarga yang bergerak di bidang Perkebunan Pala dan industri penyulingan minyak atsiri yang kini tengah digagas sang suami Abullah Vanath di Kabupaten SBT.

“Ya kita back to basic untuk membangun pondasi ekonomi keluarga kita, kedepan masih banyak yang harus dilakukan untuk membangun daerah ini,” tandasnya menutup perbincangan (BB-DIO)