Pengurus DPP YAB 11 Provinsi Indonesia Timur, didampingi para kuasa hukum, bersama unsur pemerintah daerah, foto bersama usai deklarasi yang berlangsung di Baileo Oikumene Ambon, Jumat (18/12/20)
Pengurus DPP YAB 11 Provinsi Indonesia Timur, didampingi para kuasa hukum, bersama unsur pemerintah daerah, foto bersama usai deklarasi yang berlangsung di Baileo Oikumene Ambon, Jumat (18/12/20)

BERITABETA.COM, Ambon – Yayasan Anak Bangsa 11 Provinsi Indonesia Timur menyatakan tekad, siap membantu mengurasi kemiskinan di wilayah kerjanya.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Yayasan Anak Bangsa 11 Provinsi Indonesia Timur, Yosefa Jenalia Kelbulan, di sela-sela acara deklarasi lembaga yang didanai oleh enam negara pendonor itu, berlangsung di Baileo Oikumene, Ambon, Jumat (18/12/20)

“Di mana pun tempatnya, kami siap (membantu mengurangi kemiskinan), Apakah di 168 kabupaten/kota atau d 11 provinsi di wilayah Indonesia Timur ,” tegas Yosefa Jenalia Kelbulan.

Enam negara yang mendanai keuangan YAB itu meliputi Amerika Serikat, Perancis, Australia, Korea Selatan, Thailand, dan Singapura

Sementara 11 Provinsi yang bernaung di bawah payung Yayasan Anak Bangsa terdiri dari Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, dan Bali.

Yosefa Jenalia Kelbulan mengatakan, Yayasan Anak Bangsa sudah resmi beroperasi sejak 10 Nopember 2020 lalu, ditandai dengan pemberian kompensasi Rp 5 juta per anggota kepada 205 penerima.

“Kegiatan ini sudah jalan. Tidak ada polemik apa-apa lagi. Saya menangis, yang selama ini dibilang yayasan ini tidak jelas, sekarang sudah terbukti yayasan ini jelas,” ungkapnya.

Ia menambahkan, usai deklarasi, pihaknya akan melanjutkan pemberian hak-hak anggota di Sekretariat YAB. Pemberian hak-hak anggota itu sempat terjeda, lantaran YAB harus mempersiapkan diri untuk deklarasi tersebut.

Senada dengan Yosefa, Sekretaris DPP YAB 11 Provinsi Indonesia Timur, Lamberth Miru, mengatakan, pihaknya akan terjun ke lapangan untuk merealisasi program Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp15 juta kepada masyarakat yang masuk dalam empat kategori penerima, usai menyelesaikan hak-hak para relawan yang jumlahnya berkisar 13.000-an orang.