BERITABETA.COM, Ambon - Desianus Orno alias Odie Orno, mantan Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) Maluku, akhirnya diperiksa sebagai tersangka korupsi proyek pengadaan 4 unit Speedboat tahun 2015 senilai Rp.1,5 miliar.

Pantauan beritabeta.com pemeriksaan dilakukan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku di Mangga Dua, Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, Maluku, Senin (08/03/2021).

Ia diperiksa kurang lebih delapan jam atau sekira pukul 10.00 WIT hingga pukul  18.00 WIT. Pemeriksaan ini dilakukan oleh penyidik sebab Odie Orno telah ditetapkan sebagai tersangka pada 12 Januari 2021 lalu.

Pemereriksaan sempat dihentikan untuk tersangka makan siang. Kemudian dilanjutkan hingga sore atau jelang maghrib baru selesai.

Tersangka keluar dari ruang penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku sekira pukul 18.15 WIT. Dia didampingi kuasa hukumnya yaitu Firel Sahetapy.

Usai diperiksa Odie Orno langsung bergerak menuju ke mobil warna hitam  yang tengah terparkir di halaman Ditreskrimsus Polda Maluku.  Odie mengenakan kemeja lengan panjang motif kotak-kotak biru putih, celana hitam panjang. Tak ada yang disampaikan adik kandung Wakil Gubernur Maluku ini kepada wartawan.

Sama halnya dengan kuasa hukumnya, Firel Sahetapy juga tampak buru-buru pergi bersama klinnya itu.

Ketika dicegat wartawan untuk diwawancarai, Firel berdalih dia harus ikut kuliah virtual, sehingga belum bisa memberikan keterangan soal pemeriksaan yang dijalani kliennya itu.

Setelah masuk ke mobil, Odie dan kuasa hukumnya langsung bergegas meninggalkan halaman markas Ditreskrimsus Polda Maluku.

Sementara itu, Direktur Reskrimsus Polda Maluku Kombes Polisi Eko Santoso saat dikonfirmsasi beritabeta.com juga belum menjelaskan ihwal pemeriksaan yang dilakukan anak buahnya (penyidik) terhadap tersangka Odie Orno.

Berapa banyak pertanyaan yang disodorkan penyidik kepada (Odie Orno), juga tidak disebutkan oleh Direktur Reskrimsus itu.

“Saya belum tau jumlah pertanyaannya,” kata Kombes Pol. Eko Santoso menjawab beritabeta.com melalui pesan Whatsapp, usai pemeriksaan Odie Orno, Senin sore, (08/03/2021).

Tersangka tidak ditahan? “Rencana tidak,” kata Kombes Pol Eko Santoso, tanpa menjelaskan tentang apa alasannya sehingga tersangka tidak ditahan .

Ditanya adakah peluang tersangka baru dalam perkara ini, namun Direktur Reskrimsus Polda Maluku itu belum bisa memastikannya. “Belum tau,” katanya.  

Terpisah, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Mohamad Roem Ohoirat yang juga di konfirmasi beritabeta.com tentang pemeriksaan Odie serta mengapa tersangka tidak ditahan? hanya saja, dia mengarahkan wartawan media ini untuk menanyakan masalah itu ke Ditreskrimsus Polda Maluku.

Sayangnya, pihak Ditreskrimsus Polda Maluku sudah dikonfirmasi, tapi mereka tidak menjelaskan secara transparan tentang pemeriksaan, bahkan juga tidak menjelaskan dengan detil alasan mengapa tidak melakukan penahanan terhadap tersangka, Desianus Orno.

Diketahui, proyek pengadaan 4 unit Speedboat Dinas Perhubungan dan Infokom Kabupaten MBD tahun anggaran 2015 senilai Rp.1.524.600.000,- ditangani oleh CV. Triputra Fajar, dengan Direkturnya Margaretha Simatauw.

Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK tahun 2016 ditemukan dugaan korupsi atau penyelewengan anggaran yang dilakukan oknum terkait senilai Rp.1,2 miliar. Selanjutnya, pada 2017 kasus ini dilaporkan ke Ditreskrimsus Polda Maluku.

Tim Ditreskrimsus Polda Maluku pun sudah pernah bertandang ke Tiakur, melihat sekaligus memasang garis polisi pada bodi Speedboat yang diparkir di Pantai Tiakur, Kabupaten MBD.

Indikasi penyelewengan ditemukan oleh BPK. Dugaan terjadi manipulasi anggaran. Empat unit Speedboat itu setelah pengadaan ternyata belum di kirim pelaksana proyek ke Tiakur, MBD. Padahal, anggaran pengadaan 4 unit Speedboat itu sudah dicairkan 100 persen pada 2016.

Setelah mengetahui BPK mengaudit proyek tersebut, mantan Kadis Perhubungan dan Infokom Kabupaten MBD, Deseianus Orno, kemudian memerintahkan pelaksana proyek untuk mengirim dua unit Speedboat ke Tiakur, Ibukota Kabupaten MBD. Celakanya, dua dari 4 unit Speedboat itu sudah rusak. (BB-RED)