Pelatihan pengoperasian ‘Portable Solar Powered Led Airfield Lighting System’ yang dilakukan Dinas Kontruksi TNI Angkatan Udara (Diskon AU) yang dipimpin oleh Kolonel Sus Abu Yazid selaku Sesdiskonau, di Lanud Pattimura, Jumat (4/6/2021) (Foto : Istimewa)
Pelatihan pengoperasian ‘Portable Solar Powered Led Airfield Lighting System’ yang dilakukan Dinas Kontruksi TNI Angkatan Udara (Diskon AU) yang dipimpin oleh Kolonel Sus Abu Yazid selaku Sesdiskonau, di Lanud Pattimura, Jumat (4/6/2021) (Foto : Istimewa)

BERITABETA.COM, Ambon - Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Pattimura  siap mengoperasikan  kendaraan Portable Solar Powered Led Airfield Lighting System.

Peralatan ini merupakan sistem pencahayaan Lapangan Udara LED Tenaga Surya yang dinamis, yang dapat diaplikasikan sebagai run way light maupun taxiway light pada airstrip permanen, maupun airstrip sementara atau airstrip darurat bagi kepentingan alur penerbangan.

Letda Sus Yogi Tri Santoso, S.Hum., Kapen Lanud Pattimura dalam rilisnya yang diterima beritabeta.com, Sabtu (5/6/2021) menjelaskan  kendaraan  alutsista ini  akan digunakan sebagai solusi dalam setiap keadaan.

Misalnya, kata dia, situasi darurat, lapangan terbang darurat/sementara, penyiapan pangkalan, helipad darurat/sementara atau bahkan pemulihan kerusakan lapangan terbang.

Dikatakan kesiapan penggunaan peralatan ini, telah dilakukan  dengan kegiatan pelatihan. Dimana  Komandan Lanud Pattimura Kolonel Pnb Andreas A. Dhewo, M.Sc., M.Si (Han), telah  menerima kedatangan tim pelatihan dari Dinas Kontruksi TNI Angkatan Udara (Diskon AU) yang dipimpin oleh Kolonel Sus Abu Yazid selaku Sesdiskonau, dalam mempersiapkan pengoperasionalan.

“Pelaksanaan pelatihan telah berlangsung selama 5 hari di Lanud Pattimura, terhitung dari hari Senin (31/5/2021) dan berakhir pada Jumat (4/6/2021),” ungkap Yogi Tri Santoso.

Dijelaskan, Portable Solar Powered Led Airfield Lighting System (A074), merupakan produk dari Carmanah Technologies Corporation sebuah perusahaan yang berasal dari Kanada.

A704 dapat dioperasionalkan dengan menggunakan Handheld Controller yang merupakan pengendali jarak jauh dengan frekuensi 900 MHz terenkripsi dengan jangkauan 2,5 mil (4 km).  Cara kerjanya, sangat sederhana, karena  operator dapat mengoperasikan lampu sesuai dengan kebutuhan tanpa harus menjangkau lampu yang sudah tergelar.

“Jadi selain tidak memerlukan instalasi khusus berupa jaringan dan kabel listrik, penggelaran lampu ini tidak memerlukan banyak tenaga manusia karena bersifat portable dan mudah penginstalasiannya,” urainya.

Menurut Letda Sus Yogi Tri Santoso, setiap kendaraan terdiri dari penerangan untuk landasan pacu bandara, taxiway, helipad dan pengisi daya AC bawaan. Untuk kegunaan di Runway 3000 meter, dan Helipad hingga 1000 meter.

Setiap lampu lapangan terbang ditenagai oleh baterai, sistem pengisian baterai otomatis dengan tenaga surya.

“Sistem Pencahayaan Lapangan Udara LED Tenaga Surya Portabel yang telah tersedia di Indonesia,”  katanya.

Kendaraan yang berisikan satu pengemudi dan empat penumpang yang termasuk sebagai operator, dan bekerja sebagai pengangkut dengan sistem rak desain militer dan terintegrasi.