Ia menerangkan, 17 jembatan itu akan cukup mengamankan arus lalulintas di sepanjang ruas jalan nasional itu, karena telah mengakomodir jembatan-jembatan darurat yang menggunakan batang pohon.

"17 jembatan itu akan cukup mengamankan arus lalulintas di sepanjang ruas tadi. Itu sudah mengakomodir semua jembatan darurat," terangnya.

Dia menandaskan, selain itu, BPJN Maluku akan melanjutkan pekerjaan jalan dari Airnanang sampai ke Kecamatan Kilmury.

Untuk tahap lanjutannya tambah dia, BPJN Maluku berencana melanjutkan dari Kecamatan Kilmury, sehingga dia mendorong agar pekerjaannya diteruskan sampai ke Wai Bobot di Kecamatan Werinama.

Pasalnya, Wai Bobot yang sangat panjang itu kemungkinan pada tahun 2026 mendatang akan dilanjutkan.

"Dan balai juga berencana untuk melanjutkan pekerjaan dari Airnanang sampai ke Kilmury dan tahap lanjutnnya tentu dari Kilmury dan saya juga mendorong agar itu diteruskan sampai ke Wai Bobot. Jembatan Wai Bobot yang sangat panjang itu kemungkinan tahun depan akan dilanjutkan," tandasnya.

Ketua Dewan Syariah Wilayah (DSW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Maluku ini mengemukakan, dalam pertemuan itu, ruas jalan Banggoi-Werinama juga dibicarakan.

Dikatakan, BPJN Maluku berkomitmen untuk menyelesaikan jalan tersebut sebagaimana yang pernah dia sampaikan dalam pidato perdana di DPRD SBT beberapa waktu lalu.

Sebagai bentuk ikhtiar, pada beberapa waktu lalu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBT telah mengalokasikan anggaran untuk menyelesaikan izin alih fungsi kawasan hutan dan upaya menyiapkan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

"Saya juga dorong pekerjaannya sampai ke ruas jalan Banggoi-Werinama. Balai punya komitmen untuk menyelesaikan jalan tersebut seperti yang pernah saya sampaikan di podato perdana kemarin, kita berusaha menyelesaikan izin alih fungsi kawasan hutan dan setelah itu kita upayakan juga soal dokumen lain yang dibutuhkan seperti AMDAL misalnya," pungkasnya. (*)

Pewarta : Azis Zubaedi