Budayawan Ridwan Saidi saat di wawancarai Vasco dalam sebuah video yang diunggah di kanal Youtube. (Sumber : Tangkapan Layar)
Budayawan Ridwan Saidi saat di wawancarai Vasco dalam sebuah video yang diunggah di kanal Youtube. (Sumber : Tangkapan Layar)

Akun ini pula yang mengunggah video Ridwan Saidi soal Kerajaan Sriwijaya fiktif.

"Saya mohon maaf dengan saudara dari Ciamis. Di Ciamis itu nggak ada kerajaan, karena indikator eksistensi kerajaan itu adalah indikator ekonomi. Ciamis penghasilannya apa? Pelabuhannya kan di selatan, bukan pelabuhan niaga, sama dengan pelabuhan kita di Teluk Bayur, bagaimana membiayai kerajaan?" ujar Ridwan saat itu.

Sementara sumber yang dipakai Babe dalam menceritakan ketangguhan tentara Saparua ini yakni Ferdinand Mendes Pinto, juga belum bisa dipastikan kebenarannya.

Seperti yang dikutip beritabeta.com di wikipedia.org, sosok Ferdinand Mendes Pinto juga dikenal dengan sebutan Fernao Mendes Pinto.

Ia adalah seorang penjelajah dan penulis Portugis. Perjalanannya dicatat dalam memoar otobiografinya, Ziarah (Portugis: Peregrinação) tahun 1614.

Keakuratan sejarah dari karya tersebut masih dapat diperdebatkan karena banyaknya peristiwa yang tampaknya dibuat-buat atau setidaknya dilebih-lebihkan.

Ferdinand akhirnya mendapat julukan "Fernão Mentes Minto" (permainan kata dengan kata kerja Portugis mentir 'kebohongan'."Fernão, berarti, apakah Anda berbohong? aku bohong.") (BB-DIO)